Warga Nilai Bantuan Uang Tunai dan Paket Sembako dari Pemkab Anambas Tidak Tepat Sasaran - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Selasa, 28 April 2020

Warga Nilai Bantuan Uang Tunai dan Paket Sembako dari Pemkab Anambas Tidak Tepat Sasaran

ANAMBAS - Pemberian bantuan uang tunai dan paket sembako dari pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas (Pemkab Anambas) kepada sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akibat pandemi virus Corona atau Covid-19 dianggap tidak tepat sasaran.

Hal ini terjadi setelah paket sembako sebanyak 5.000 itu didistribusikan kepada beberapa desa di wilayah Kepulauan Anambas. Salah satunya Desa Batu Belah, Kecamatan Siantan Timur yang didistribusikan pada Selasa (28/04/2020).

Yoga salah satu warga Desa Batu Belah, mengatakan pembagian bantuan paket sembako itu tidak tepat sasaran, lantaran ada beberapa KK yang ekonominya dianggap masih kalangan menengah keatas (mampu) juga mendapatkan bantuan uang tunai dan paket sembako.

"Ya kami sempat heran dengan petugas pendistribusian, kok bisa KK yang ekonominya mampu juga dapat bantuan uang tunai dan paket sembako itu, sedangkan ada banyak KK yang memang minim ekonominya tidak dapat bantuan itu," ujar Yoga saat dihubungi via telpon. Selasa (28/04/2020)

Pada saat pembagian sembako, Yoga yang sempat berada dilapangan juga mempertanyakan kenapa pendistribusian sembako itu tidak dibagikan kepada KK yang memang kategori tidak mampu. 

"Petugas pembagian sembako itu bilang pembagian itu berdasarkan data dari Dinas terkait seperti DP3, Dishub-LH, Disperindagkop dan Disdikpora, sehingga mereka hanya membagikan sesuai data yang telah ada," terang Yoga.

Menurut Yoga, ada beberapa KK yang mendapatkan bantuan tersebut memiliki usaha di daerah tempatnya tinggal. 

"Ada beberapa KK yang dapat bantuan itu, mereka masih dibilang mampu dalam perekonomian, karena mereka memiliki bidang usaha disini," singgung Yoga, Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Lanjut dia menambahkan, bantuan yang didistribusikan kepada sejumlah KK harusnya berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa, agar lebih tepat sasaran. 

"Seharusnya pendistribusian bantuan itu, koordinasi dulu dengan pihak Desa, karena pihak pemerintah desa sampai tingkat RT atau RW lebih tahu keadaan dilapangan siapa yang layak mendapat bantuan itu," ungkapnya.

Seperti diketahui, paket sembako itu merupakan bantuan yang telah dialokasikan dari anggaran APBD tahun 2020 sebesar 53 Miliar untuk penanganan wabah Covid-19.

Adapun bantuan yang dibagikan kepada sejumlah KK akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 500.000 dan paket sembako yang terdiri dari 1 karung beras 10 Kg, minyak makan 5 liter, 1 kilogram gula pasir, 1 kaleng sarden, 1 kaleng susu ukuran besar, dua papan telor dan 1 kotak mie instan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar