http://www.buruhtoday.com/2017/02/ini-jenis-pelatihan-dan-peningkatan.html 

Berita Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

4 TKA Ilegal Asal Cina Ditangkap Polisi Bogor

BOGOR - Empat Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina di tangkap jajaran Polsek Cigudeg dan Polres Bogor. Mereka memasuki Indonesia menggunakan visa sosbud keadaan mati dan bekerja di perusahaan.

Ke empat TKA tersebut ketika diamankan oleh pihak kepolisian sedang bersiap-siap meninggalkan lokasi.

Saat ini empat TKA tersebut menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor dan harus berurusan dengan hukum, karena mereka diduga bekerja tanpa dokumen resmi di salah satu perusahaan di Kabupaten Bogor.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus mengatakan empat TKA asal China ini diketahui bernama, Zhang Giang 29, Xia Ran 31, Zhao Jinbo 33, dan Zhu Yong Jie 39.

Parahnya lagi, manajemen PT BCMG Tani Berkah selaku perusahaan yang mempekerjakan empat TKA tersebut tidak melapor ke Dinas terkait.

“Setelah ditangkap petugas dari Polsek Leuwiliang dan Polsek Cigudeg, mereka lalu diserahkan ke Mapolres Bogor. Visa para WNA tersebut ialah visa sosbud dalam keadaan mati. Melalui penerjemah, mereka mengakui bekerja pada perusahaan tersebut,” kata Kombes Yusri Senin (20/2/2017).

Keberadaan empat pria TKA ini terbongkar berdasarkan informasi yang diperoleh polisi. Sewaktu hendak meninggalkan area pabrik dengan mobil, empat warga negara China tersebut, langsung dikejar polisi.

“Polisi berhasil mengamankan empat warga negara China tersebut,” pungkasnya.

red/sumber Poskotanews

Diduga Buang Limbah B3 Sembarangan, PT Ecogreen Dilapor ke Bapedalda Batam

BATAM - PT Ecogreen Oleochemicals yang berlamat di Jl Raya Pelabuhan, Kavling 1, Kabil diduga membuang limbah B3 Jenis cairan berwarna sembarangan melalui saluran drainase (parit) perusahaan.

Aktifitas pembuangan limbah tersebut dilakukan pada pagi hari karena beberapa hari terahir Batam musim kemarau.

Menurut salah stu warga berinsial GS, aktivitas pembuangan cairan yang diduga limbah B3 dilakukan saat hujan turun. Akan tetapi karena kemarau, perusahaan melakukannya di pagi (subu) hari.

”Sample limbahnya sudah kita serahkan ke Bapedal Kota Batam agar dilakukan pengecekan lebih lanjut ke laboratorium untuk di uji," ujar GS, Minggu,(19/02/2017) kemarin.

Sementara itu, Praktisi pemerhati lingkungan hidup Kota Batam, Purba menyatakan bahwa aktivitas pembuangan limbah cairan yang dilakukan PT ecogreen tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan. Perusahaan tersebut membuang limbah ke saluran drainase pembuangannya langsung ke lokasi air laut.

"Hingga saat ini manajemen PT Ecogreen belum bersedia untuk di temui. Bahkan, kaset berupa foto video sudah kami serahkan melalui Security untuk di sampaikan pada manajemen. Tapi hingga saat ini PT Ecogreen tidak menghiraukannya, " ujar Purba,.

Manajemen PT Ecogreen berdalih dan terkesan tidak mau merespon akan aktivitas dugaan pembuangan limbah cair B3 yang dilakukannya,

”Itu bukan bidang saya, ada bidang khusus untuk penanganan limbah. Kalau itu benar silahkan saja dilaporkan," ucap salah satu staff PT ecogreen, melalui telepon selulurnya.

Untuk diketahui, PT. Ecogreen Oleochemicals merupakan perusahaan oleokimia penghasil alkohol berbahan dasar minyak nabati yang ramah dengan lingkungan.

Alkohol yang dihasilkan digunakan sebagai bahan baku pembuatan shampo, deterjen, kosmetik, cat dan bahan pelapis, pelumas, serta tinta cetak.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan SDM untuk ekspansi pabrik di Batam, PT. Ecogreen Oleochemicals mengadakan rekrutmen melalui Career Days X.

red/dgn.





Ribuan Perserta Pelatihan Kerja Gelar Ujian di BTP Tiban

BATAM - Sebanyak 2.326 pekerja calon peserta pelatihan peningkatan kemampuan dan kopetensi kerja mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang di gelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam di BTP.

Kegiatan yang diadakan antara lain sertifikasi dan uji kompetensi welding inspector, pelatihan welder level II SMAW dan GTAW sertifikasi TWI, pengawas scaffolding, inspectur rigger, welder level I, dan drafter autocad. Keenam jenis pelatihan ini diadakan baik untuk pekerja yang sedang bekerja mapun yang berpengalaman.

Pelatihan lainnya yaitu AK3 umum, K3 migas, medis, pelatihan dan sertifikasi kompetensi jurnalis, uji kompetensi HRD level asisten manajer, sertifikasi dan kompetensi food and beverage, pelatihan HRD supervisor. Kemudian sertifikasi dan uji kompetensi NDT PT, NDT MT, bartender, barista, Bahasa Inggris, culinary, bidang perhotelan, travel agency, pariwisata, serta kepelautan SKK 30 mil.

"Tahun ini kita mengadakan 49 jenis pelatihan dan sertifikasi. 20 jenis untuk 646 pencari kerja, 29 jenis sertifikasi untuk 2.326 pekerja," kata Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, di Sekupang,

Ia juga menyebutkan, pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Total Rp 15 miliar dana IMTA yang digunakan untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan pekerja di tahun 2017.

"Lebih banyak ke peningkatan kemampuan karena memang secara aturan IMTA fungsinya untuk itu, bukan untuk pencari kerja," kata dia.

Animo masyarakat Batam untuk ikut pelatihan ini sangat tinggi. Terlihat dari jumlah pendaftar pelatihan pencari kerja yang tembus melebihi 5.000 orang. Sedangkan kuota hanya 646 peserta.

Oleh karena itu Disnaker menggelar seleksi untuk pelatihan pencari kerja ini. Seleksi dilaksanakan Sabtu-Minggu, 18-19 Februari lalu di Batam Tourisme Polytechnic di Sekupang.

"Kalau yang peningkatan kemampuan tenaga kerja, kami sudah sosialisasikan ke perusahaan. Jadi perusahaan yang koordinir. Untuk pekerja itu yang penting surat izin dari perusahaan, karena dia akan libur beberapa hari," kata Rudi. (red/MCB)

Pemerintah Siapkan 50 ribu Tenaga Kerja per Tahun Siap Terjun ke Lapangan

Gbr Ilustrasi/net.
JAKARTA - Kementeri Perindustrian Airlangga Hartanto menyatakan Perintah telah menyaiapkan lowongan yang dapat menyerap 400 ribu tenaga kerja baru hinggaa tahun 2018 mendatang. Sejumlah izin prinsip kawasan industri sudah diajukan untuk lokasi pendirian pabrik baru di beberapa wilayah di Indonesia.

Hal itu dikatakan Airlangga Hartarto saat menghadiri peringatan hari ulang tahun Konfederasi Serikat PekerjaSeluruh Indonesia ke 44 di lapangan parkir Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu 19 Februari 2017.

"Lowongan kerja baru tersebut di antaranya dengan didirikannya pabrik alas sepatu di Kabupaten Ngawi Jawa Timur serta didirikannya Petrokimia Refinery Crackers di Jawa Barat yang bisa menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja," jelas dia, Minggu, 19 Februari 2017. 

Selain itu dia menjelaskan, bahwa masih banyak kawasan industri barudi seluruh Indonesia yang sedang dipersiapkan hingga tiga tahun ke depan.

"Itu nanti baru saat tahap konstruksi saja sudah menyerap tenaga kerja, apalagi pada saat pabrik sudah beroperasi," kata Airlangga.

Terkait banyaknya lowongan tenaga kerja baru ini, pemerintah juga sudah mempersiapkan pelatihan dan advokasi yang akan dilaunching di Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan, pelatihan dan advokasi tenaga kerja ini akan merangkul 50 industri dan 250 sekolah menengah kejuruan. Pelatihan dan advokasi tenaga kerja ini akan dilakukan bertahap di seluruh Indonesia.

"Setiap tahun ditargetkan bisa menghasilkan 50 ribu tenaga kerja baru yang siap terjun ke lapangan.  Pemerintah saat ini juga mengupayakan pemotongan biaya untuk pelatihan dan advokasi tenaga kerja baru," jelas dia.

PHK di Jawa Timur

Sementara itu selama 2016 ada sedikitnya 2.600 buruh di Jawa Timur yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh manajemen tempatnya bekerja.  Ribuan buruh tersebut di-PHK karena manajemen merelokasi pabriknya ke wilayah lain, dan sebagian lagi karena kondisi perusahaan yang memang kurang sehat.

Praktik PHK tersebut dialami ribuan buruh di berbagai macam industri pabrik yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Kebanyakan buruh yang menjadi korban PHK berada di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto.

Manajemen pabrik sebagian merelokasi pabriknya ke wilayah lain bahkan di luar Provinsi Jawa Timur yang tingkat UMR-nya lebih rendah.Terkait masih tingginya tingkat PHK ini menjadi petaka bagi buruh yang mengandalkan hidupnya dari bekerja di pabrik. Kondisi ini jugamenjadi keprihatinan pada serikat pekerja, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia.

red/sumber Metronews.com


Pengawasan TKA di Batam Dinilai Lemah

Diduga Pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan TKA tidak hanya terkait izin masuk, tetapi juga penyalahgunaan dokumen.

BATAM - Pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di Kota Batam dinilai masih sangat lemah dilakukan oleh intansi terkait. Diduga hal tersebut dipengaruhi oleh kebijakan bebas visa yang disalah gunakan para TKA.

“Fungsi pengawasan Disnaker dan Imigrasi Batam sangat lemah. Bisa jadi kebijakan bebas visa juga disalahgunakan, seharusnya visa kunjungan namun dipakai untuk kerja di Batam,” ungkap salah satu aktivis buruh Batam berinisial S, (namanya tidak mau disebutkan) Sabtu(18/2/2017) di Batam Center.

S menjelaskan, pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan TKA tidak hanya terkait izin masuk, tetapi juga penyalahgunaan dokumen dan pelanggaran posisi tempat kerja. Oleh karena itu, inspeksi mendadak dari pengawas Disnaker dan Imigrasi sangat penting dilakukan, tidak hanya pada saat isu mencuat, tetapi harus secara reguler dan berkala.

“Petugas dari Disnaker perlu melakukan koordinasi agar inspeksi mendadak dapat berjalan efektif,” jelasnya.

Ia juga meminta Imigrasi Batam segera mendata TKA yang masuk dan bekerja di Batam, serta melakukan pengasan super extra ketat. Hal ini perlu dilakukan terkait juga dengan dugaan penggunaan visa turis lalu dimanfaatkan untuk bekerja di Indonesia.

“Ini harus diawasi oleh imigrasi. Benarkah memakai kebijakan bebas visa? Kalau benar, harus dideportasi, harus diperketat sistem pengawasan orang asing ini,” pungkasnya dengan nada bertanya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Ricky Indrakari menyatakan akan segera mengusut tuntas adanya tenaga kerja asing (TKA) yang sering membentak -bentak karyawan saat jam kerja berlangsung, dan dugaan 9 TKA memiliki izin kerja yang sudah mati

"Saya akan mengecek dan mengusut terkait informasi TKA yang berada di PT Ghim Li, " ungkap Ricky, Senin (13/2/2017) di ruang kerja.

Ricky menegaskan, bahwa Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam seharusnya melakukan sidak langsung ke PT Ghim Li Indonesia terkait adanya sembilan TKA yang izin kerjanya sudah mati per Agustus 2016.

"Kalau memang data- data ke sembilan TKA tersebut benar, kan seharusnya Disnaker langsung menyidaknya. Disitu sudah jelas tertera, bahwa izin mereka sudah mati, " tegasnya,

Menurutnya, Pemko melalui BPM - PTSP, Disnaker dan Imigrasi Batam lebih memperhatikan perkembangan tenaga kerja asing (TKA) yang masuk dan bekerja di Batam. Sebab, isu sudah banyak tersiar terkait banyaknya dugaan TKA ilegal.

"Walikota juga harus melakukan pengawasan terhadap TKA tersebut. Jangan sampai mereka itu mengambil alih posisi yang dapat membuat para TKA tersebut leluasa di dalam perusahaan dan menganaktirikan pekerja lokal." katanya.

Bahkan, atas kejadian yang terjadi di PT Ghim Li Indonesia, Ricky juga menghimbau kepada seluruh pekerja yang memiliki permasalahan untuk menembuskan surat pengaduannnya ke komisi IV DPRD Kota Batam.

"Pekerja juga harus melaporkan permasalahan yang dialaminya ke kantor DPRD Batam. Agar kita bisa mengetahuinya juga, jangan hanya ke Disnaker saja." pungkasnya.

red.

Waw, Kapal Tanker Muatan Minyak Karam di Nongsa

BATAM - Sebuah kapal tanker bermuatan bahan bakar minyak kandas di perairan Tanjungbemban Nongsa Batam, Jumat (17/2/2017).  

Kapal bernama Atlantic 33 tersebut diduga terseret dari arah OPL Malaysia usai dihantam gelombang tinggi.  

Ketua RT 01 Tanjungbemban, Raja Muchtar mengatakan peristiwa karamnya kapal tanker itu terjadi sekitar pukul 06 pagi tadi. 

 “Tadi pagi memang angin sangat kencang. Kapal tanker ini terhempas dari arah Malaysia,” ujar Raja,   

Aparat Ditpolair Polda Kepri dan TNI AL Batam masih terus menyelidiki apakah ada korban atau tidak. Namun hingga sore ini kondisi anak buah kapal dari tanker naas ini masih belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu Otoritas BMKG Hang Nadim Batam mencatat, tinggi gelombang di Perairan Kepri khususnya di Batam hingga satu minggu ke depan mencapai 5 meter dan kecepatan angin mencapai 14 km/jam.


red/al
 

Logo SPM Batam