Perusahaan Daur Ulang Plastik di Tanjung Uncang Disinyalir Buang Air Limbah ke Drainase - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Rabu, 14 April 2021

Perusahaan Daur Ulang Plastik di Tanjung Uncang Disinyalir Buang Air Limbah ke Drainase

Lokasi depan perusahaan yang tanpa plang nama.

BATAM - Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang limbah plastik di kawasan Industri Tanjung Uncang membuang air pencucian produksi yang disinyalir mengandung B3 ke saluran drainase di belakang perusahaan tersebut, sehingga tercium bau menyengat dan tanaman yang ada banyak mati.


M, salah satu penjaga perusahaan workshop tepatnya di belakang perusahaan plastik tersebut mengatakan bahwa sejak 6 bulan terakhir saluran drainase itu menjadi tempat pembuangan air dari dalam perusahaan plastik tersebut. Tak hanya menyebabkan banjir ke lokasi perusahaan yang dijaganya, air yang disinyalir limbah B3 itu pun mengeluarkan aroma bau menyengat.


"Air yang membanjiri lokasi perusahaan ini dari perusahaan plastik itu Pak. Lihatlah lumpur ini, dan kita bisa mencium kan aroma bau nya," ujar M, Rabu(14/4/2021) siang, sekitar pukul 14.00 wib, dilokasi pintu masuk perusahaan yang dijaganya itu.

Lokasi drainase dibelakang perusahaan.


BrJ warga lainnya yang berjualan dilokasi belakang perusahaan itu juga mengakui, bahwa sejak perusahaan palstik tersebut beroperasi dan membuang air di saluran drainase, sering tercium bau tidak sedap.


"Kan sudah Bapak lihatkan lokasi drainasenya, ya seperti itulah bau yang kami rasakan. Bahkan tanaman daun singkong yang ada dilokasi drainase itu saya tak berani lagi mengambilnya, takut Pak," Sebutnya.


Ketua Satgas DPC Perpat Batu Aji, Panjaitan yang ada dilokasi mendampingi warga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam melakukan peninjauan ke lokasi perusahaan, untuk menghindari kerusakan lingkungan.


"Awalnya warga bercerita pada saya, dan saya pun langsung terjun ke lokasi. Ternyata kondisinya seperti ini, dan kita dari DPC Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Batu Aji meminta DLH kota Batam untuk turun melakukan sidak," tegasnya.


Sementara itu, Dapit pengawas perusahaan plastik tersebut menyarankan agar membuat laporan ke Dinas Lingkungan Hidup kota Batam.


"Bapak tidak ada hak bertanya pada kami, silahkan orang Dinas yang datang. Kami tidak mengijinkan bapak masuk." Ucapnya, dari pintu pagar perusahaan pada awak media ini.


Dapit pun menjelaskan, bahwa perusahaan plastik itu hanya bergerak daur ulang limbah plastik. "Siapa yang complain, silahkan ke DLH langsung." Pungkasnya.


Editor red (sumber Sentralnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar