Pengawasan Di Pelabuhan Rakyat Punggur Dalam Dinilai Masih Lemah - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com


Post Top Ad

Kamis, 11 Juni 2020

Pengawasan Di Pelabuhan Rakyat Punggur Dalam Dinilai Masih Lemah

Foto Tumpukan Barang yang diduga Balpres.
(dok Iwan)
BATAM - Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan rakyat  yakni daerah kampung tua pelabuhan dalam Punggur terkesan masih lemah dilakukan oleh intansi terkait (Bea dan Cukai). Pasalnya, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan rakyat itu diduga masih sering disalah gunakan oleh oknum untuk mengirimkan barang-barang ilegal.

Pelabuhan dalam Pungggur ini merupakan salah satu akses pengiriman bahan pangan (sembako) lewat jalur laut, salah satunya tujuan Batam - Tanjung Uban, dan pulau lainnya.

Pantauan dilapangan dalam beberapa pekan belakangan ini, aktivitas bongkar muat pelabuhan rakyat di kampung tua ini tidak pernah mendapat pengawasan dari pihak intansi terkait. Kuat dugaan, atas lemahnya intansi terkait,  membuat oknum pemain barang diluar sembako mengirimkan barangnya untuk menghindari pajak.

Salah satu contoh yang terjadi pada, Selasa,(09/06/20) sekitar pukul 22:30 wib terlihat adanya tumpukan barang yang sudah terbungkus rapi di salah satu pelabuhan di kampung tua Punggur dalam tersebut.

Dilokasi terlihat, ada lima karung ukuran jumbo (besar) dan empat kardus jumbo berwarna coklat terletak di pinggir pelabuhan. Dan menurut informasinya dari salah satu warga yang ada di lokasi, barang tersebut seharusnya sudah diberangkatkan ke tanjung uban.

"Ini barang rencananya mau di angkut oleh kapal yang sudah berangkat, tapi saya pun tak tau, kenapa pula tak di bawaknya." Ujar warga itu, yang juga sebagai juru kemudi kapal.

Saat ditanya apa isi dalam karung dan kardus ukuran jumbo itu, warga tersebut pun enggan untuk bercerita.

"Saya ngak tau, kita disini lagi hanya pekerja saja," katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah Kantor Bea dan Cukai Batam melalui Sumarna selaku Humas, belum merespon atau menjawab konfirmasi dari awak media ini.

Editor redaksi
Liputan Iwan NS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar