Home » » Astaga, Puluhan Buruh Korban PHK Sampai Tertidur di Pendopo Menunggu Bupati Pasuruan

Astaga, Puluhan Buruh Korban PHK Sampai Tertidur di Pendopo Menunggu Bupati Pasuruan

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 07 April 2016

Para buruh PT Soedali Sejahtera Pandaan tertidur di Pendopo Kabupaten Pasuruan saat menunggu bupati untuk mengadukan permasalahan PHK yang dialami mereka . (sumber foto ; Kompas.com ).
Pasuruan,Buruhtoday.com - Puluhan buruh korban Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) yang dilakukan PT Soedali Sejahtera Pandaan sampai tertidur di Pendopo Pasuruan, Jawa Timur karena Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf tak kunjung menemui mereka.

Tujuan puluhan buruh ingin menemui Bupati untuk mengadukan permasalahan yang di alami mereka. Namun hingga berjam-jam menunggu Bupati Irsyad Yusuf tak kunjung keluar, ahirnya sebagian buruh tertidur di Joglo Pendopo. 


Pantauan Kompas.com, buruh tiba di Pendopo Kabupaten Pasuruan sejak pukul 07.30 WIB. Namun, hingga pukul 12.00 WIB, para buruh masih tetap bertahan menunggu.

Salah satu buruh,Yuli Winarni (33) mengatakan, mereka akan tetap berada di pendopo sampai Irsyad mau menemuinya.

"Tetap mau nunggu bupati. Mau menagih janji," katanya.

Wanita dua anak itu menjelaskan, 56 buruh, termasuk dirinya, dipecat secara sepihak pada 24 Desember 2015.

Ia menyebut perusahaan menyuruhnya keluar dan memberikan surat pemutusan hubungan kerja tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Saya tanggal 24 itu masih bekerja. Setengah hari bekerja, lalu disuruh keluar dan dikasih surat PHK," jelasnya.

Sejak saat itu, pihaknya mengadu kepada pemeritah setempat. Ia bersama buruh lain yang terkena PHK menggelar aksi mengemis di depan perusahaan di Jalan Kluncing, Pandaan.

Di depan perusahaan itu pula, buruh membangun tenda untuk berteduh seusai mengemis.

Saat ini, puluhan buruh yang sudah bekerja 18-21 tahun itu meminta pemerintah untuk mengeluarkan nota dua atas perselisihan buruh yang dihadapinya.

"Sebenarnya nota dua sudah dikeluarkan, tapi tidak sesuai. Ada pasal yang mengatakan bahwa perusahaan itu bangkrut. Padahal masih menerima karyawan baru," jelasnya.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan pada Dinas Ketenagakerjaan Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Pasuruan Djoko Sulistyo mengatakan akan memperbaiki nota dua yang sudah dikeluarkan.

"Sudah, sudah diselesaikan semuanya. Tapi ada beberapa yang miss. Begitu saja," kata dia.

Sementara itu, salah satu ajudan Bupati Pasuruan mengatakan bahwa Irsyad sedang tidak di pendopo. "Bapak keluar menggunakan mobil pribadi," ujarnya.


(sumber Kompas.com).
Share this post :

Facebook Comments