Home » » Gubernur Kepri Minta Penjelasan KKKS Migas Tentang Penyaluran Dana CSR

Gubernur Kepri Minta Penjelasan KKKS Migas Tentang Penyaluran Dana CSR

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 03 Desember 2015

Tanjungpinang,Buruhtoday.com - Pj Gubernur Kepri, Agung Maulyana mengundang rapat tertutup perusahaan yang tergabung dalam KKKS Migas untuk  mengintensifkan Program Community Development (CD) /Corporate social responsibility (CSR) Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Rapat tertutup ini dilaksanakan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (2/12/2015). Yang mana pada kesempatan ini Gubernur didampingi Kepala Bappeda Kepri Naharuddin dan Kepala Distamben Rahminuddin.

Pj. Gubernur Kepri Agung Mulyana meminta masing-masing anggota KKKS Migas memberikan penjelasan baik dari pihak Conocophilip, Premier Oil maupun Star Energi terkait penyaluran dana CSR yang sudah dilakukan selama ini, serta kegiatan apa yang akan dilakukan ditahun-tahun berikutnya.

Sebagaimana diketahui bahwa dana CSR adalah diutamakan untuk masyarakat di wilayah sekitar atau yang berada dilingkaran ring satu sebuah perusahaan berada. Yakni untk membangkitkan gairah masyarakat dangan cara menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat, baik berkelompok dan sebagainya.

Usai mendengarkan pemaparan dari para anggota KKKS Migas yakni Conocophilip, Premier Oil dan Star Energi, Agung mengakui seluruh Program yang disampaikan sangat bagus. Namun sejauh ini masih berjalan sendiri-sendiri. Sehingga perlu adanya Singkronisasi.

"Saya akui, semua program CSR yang bapak dan ibu sampaikan ini bagus semuanya. Tapi kita mau kue-kue yang ada itu dijadikan satu dan dilakukan secara terpadu. Kita Perlu duduk bersama dan mengkoordinasikan program ini dengan baik. Baik dengan kami di Pemerintah Kepri, Pemerintah Kabupaten sampai ke desa. Ingat kita semua punya anggaran yang bisa kita padukan, bukan berjalan masing-masing tanpa terkoordinir," ujar Agung.

Untuk Program yang sudah bagus tersebut, Agung meminta agar semua saling terkoordinasi dan tidak jalan sendiri-sendiri lagi kedepannya. Karena hal tersebut sangat rawan terjadinya duplikasi, kemudian duplikasi itu akan mengarah kepada pemborosan, yang pada ujungnya akan ditemukannya praktek korupsi.

"saya ingin kita seiring sejalanlah, tidak jalan sendiri-sendiri. Mari kita susun program ini tahun depan. Saya juga melihat yang dilakukan KKKS migas sejauh ini hanya sekedar mengangkat CSR nya saja, sementara tujuan akhirnya kita adalah kesejahteraan masyarakat," tegas Agung.

Tidak hanya itu, dengan dana CSR juga. Agung meminta agar pihak KKKS migas membantu melindungi dan mengembangkan kerajinan atau handycraft yang dihasilkan rakyat Kepri, dengan cara memberikan dorongan akses kepada designer, HAKI pakar dan sebagainya.(Sumber Web Pemprov Kepri.)
Share this post :

Facebook Comments