Home » , , » Penembakan Anggota TNI, Polisi Batam Tak Boleh Bertindak Sendiri

Penembakan Anggota TNI, Polisi Batam Tak Boleh Bertindak Sendiri

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 22 September 2014

Jakarta,Buruhtoday - Polda Kepulauan Riau(Kepri) menerapkan lima perintah harian pada jajarannya terkait insiden di depan markas Brimob Polda Kepri di Batam yang menyebabkan empat anggota TNI mengalami luka tembak pada Minggu (21/9) malam.

"Ada lima perintah pada kami para komandan di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama," kata seorang sumber perwira polisi di Batam, Senin (22/9).

Perintah itu pertama, mengendalikan anggota yang melaksakan kegiatan di lapangan; kedua, setiap pergerakan penyelidikan harus dilakukan lebih dari dua personil dan dimintakan back up jika diperlukan; dan ketiga, untuk mempertimbangkan pengungkapan kasus yang diduga ada kaitannya dengan personil TNI.

"Lalu keempat, kami diminta tetap waspada dengan segala kemungkinan dan monitor situasi lapangan serta kelima, kita wajib melaporkan setiap perkembangan yang menonjol di lapangan," beber sumber yang tak mau dikutip namanya itu.

Seperti diberitakan, polisi mempunyai versi sendiri terkait tertembaknya empat anggota Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti atau Yonif 134/TS yang merupakan batalyon di bawah komando Korem 033/Wira Pratama, Kodam I/Bukit Barisan itu.

Kasus ini bermula dari penggerebekan gudang BBM yang diduga illegal di Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung milik Noldy. Gudang ini terletak 500 meter dari Mako Brimob Polda Kepri. Penggerebekan dilakukan oleh Dit Reskrimsus Polda Kepri sebanyak lima orang dipimpin oleh Kompol Ardiyanto dibantu 15 orang Sat Gegana Brimob Polda Kepri yang dipimpin AKP Oxy Yudha P.

Entah apa kaitannya, penggrebekan ini menimbukan kemarahan sejumlah oknum Yonif 134/TS yang bahkan sempat memecahkan mobil Gegana yang ditumpangi AKP Oxy.

Oknum yang tidak puas itu bahkan mendatangi Mako Brimob Polda Kepri dan kemudian mencaci maki empat anggota Brimob yang berjaga di sana sehingga memicu solidaritas anggota Brimob lainnya yang mengejar para oknum itu.

Tindakan Brimob inipun berbuah balasan saat anggota Yon 134 berpakaian preman dan Provost yang berseragam dinas lainnya kemudian mendatangi Mako Brimob.

Mereka juga membawa senjata api dan mulai merusak dan membakar tempat cuci motor dan warung milik anggota Brimob yg berada didepan Mako Brimob.

Hingga kemudian terjadilah baku tembak antara dua kubu yang panas itu dan menyebapkan empat anggota Yon 134 mengalami luka tembak.

Kapolda Kepri Brigjen Arman Depari tak merespons saat dimintai komentar secara resmi. Para pejabat Polri di Mabes Polri pun masih tutup mulut.

(Sumber Beritasatu.com)
Share this post :

Facebook Comments