Home » , » Buruh Migran Pesan Untuk Caleg Agar Dihapuskan PJTKI

Buruh Migran Pesan Untuk Caleg Agar Dihapuskan PJTKI

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 29 Maret 2014

Buruhtoday - Kondisi buruh migran semakin darurat. Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini membuat Migrant Care mempertanyakan keberadaan PJTKI swasta yang masih dipertahankan negara. Demikian pesan yang disampaikan buruh migran di acara dialog dengan calon legislator (caleg) Daerah Pemilihan DKI Jakarta II di Jakarta (27/3).

“PJTKI kerap menjadi sumber masalah dari penempatan tenaga kerja di luar negeri. Sebaiknya, pengelolaan buruh migran dikembalikan sepenuhnya ke negara,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah.

Sebanyak 80 persen kegiatan pengiriman buruh migran dilakukan PJTKI swasta. Akibatnya, buruh migran dijadikan objek industri yang tak mengindahkan hak konstitusional. Tak heran kemudian, hak-hak mereka diabaikan.

“Perkara buruh perempuan juga tak bisa dilepaskan dari masalah perempuan karena sebagian besar dari mereka perempuan. Bagaimana kemudian perempuan bisa menjadi perspektif dalam kenegaraan,” jelas Anis.

Soal pengelolaan migrasi, terdapat 18 lembaga yang dibiaya APBN untuk mengurus buruh migran. Banyaknya lembaga yang mendapatkan kucuran dana dari negara ini seharusnya mampu menjamin keselamatan dan keamanan buruh migran. Untuk itu, konvensi HAM internasional menjadi landasan dalam mengelola tenaga kerja Indonesia di luar negeri.


“Bukan saling melempar tanggung jawab jika ada masalah. Diharapkan caleg yang terpilih nanti dapat mendesak pemerintah untuk memenuhi tanggung jawabnya,” lanjutnya.
 
 
 
 (Sumber rumah pemilu.org)
Share this post :

Facebook Comments