Home » » Face Book Saat Ini Sekarat Dan Bisa Benar-benar Mati dalam Beberapa Tahun lagi

Face Book Saat Ini Sekarat Dan Bisa Benar-benar Mati dalam Beberapa Tahun lagi

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 25 Januari 2014

Buruhtoday – Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti Princeton, mereka meyakini jika pertumbuhan social network—jejaring sosial dapat disejajarkan dengan dinamika pada penyakit menular. Ada saat dimana banyak yang terinveksi, artinya sampai puncak saat memiliki pengikut banyak, dan kemudian diikuti dengan ditinggalkannya secara masal.

Penelitian ini mengklaim bahwa FB menyebar seperti infeksi tapi mencapi puncak popularitasnya dan akan kehilangan sekitar 80 persen penggunanya sekitar tahun 2015 hingga tahun 2017 sebagai hasil dari pengguna yang kehilangan minat dan berhenti – seperti pemulihan dalam infeksi.

“Ide, seperti penyakit , telah terbukti menyebar para orang –orang sebelum akhirnya ‘sekarat’ dan dengan mudah dijelaskan seperti model epidemiologi.”

Facebook merayakan ulang tahun 10 tahun pada 4 Februari tetapi jika penelitian benar terjadi, maka dapat dipastikan FB akan mencapai masa suramnya.

 “Ide menyebar dengan kontak komunikasi antara orang yang berbeda, yang saling berbagi ide satu sama lain. Manifestasi ide akan kehilangan ketertarikan dengan ide, dan tidak lagi menjadikan ide itu sesuatu yang menarik. Pada saat ide tidak lagi dianggap menarik, maka perlahan ide itu akan ditinggalkan.”

Meski begitu, penelitian ini ternyata gagal pada MySpace untuk dibandingkan dengan dinamika penyakit menular. Tetapi data pada Google yang menunjukkan penurunan pencarian kata kunci Facebook dapat dianggap jika teori tentang FB ini tetap valid. Meski begitu, pengguna My Space hanya sekitar 100 juta orang, masih jauh dari facebook yang mencapai 1,2 milyar, dengan ‘like’ dan ‘share’ yang harus membuat mereka log ini terlebih dahulu lewat Google.

Facebook juga tidak membiarkan pesaing mereka keluar dari pasaran. Dibanding dengan kemunculan jejaring sosial lain yang lebih ‘cool’ seperti Snapchat dan Twitter, Facebook masih terus berusaha melebarkan sayapnya. Pengguna dengan rentang usia lebih tua juga cenderung tidak tertarik menggunakan jejaring sosial baru, sehingga mempertahankan jumlah penggunanya.(iBerita.com)
Share this post :

Facebook Comments