Home » » Wah..Katanya , Untuk biaya Oprasional Pendidikan Di Kota Batam , Muslim Bidin Habiskan Rp 1.7 Miliar Perhari .

Wah..Katanya , Untuk biaya Oprasional Pendidikan Di Kota Batam , Muslim Bidin Habiskan Rp 1.7 Miliar Perhari .

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Selasa, 10 Desember 2013



Batam, Buruh Today -Berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,maupun untuk masyarakat dan bangsa.

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.

Tujuan Pendidikan adalah Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan di tingkat Universitas.

Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpa melihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak.

Tetapi untuk daerah Batam ,wacana tersebut masih sangat jauh dari Harapan,bagaimana tidak,Contohnya saja seperti SD 005 yang ada di Taman Lestari  Batu Aji ,kondisinya sangat memprihatinkan .hal tersebut senada dengan ucapan narasumber media ini, Juanda ,yaitu tokoh dari salah budayawan dan Pengeritisi Pendidikan Di kota Batam.

Juanda menjelaskan,bahwa untuk pada saat ini dunia pendidikan Kota Batam layak dipertanyakan, kemana saja anggaran pendidikan yang sudah  ditetapkan sebesar 20% dari anggaran APBD , apakah penyalurannya sudah tepat,dan kenapa Meja dan kursi yang sudah tidak layak di sekolah Dasar (SD) 005, masih tetap dipaksa untuk digunakan, padahal kondisinya sudah memprihatikan,kenapa Meja kursi bebahan Kayu Jati belum juga terealisasi ,kemana anggarannya," tanyanya Penasaran.

Juanda menjelaskan,bahwa dinas pendidikan Kota Batam adalah Dinas penerima anggaran terbesar atau terbanyak yaitu 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah sekitar Rp 1,3 triliun Per Tahun,berarti dinas pendidikan memperoleh anggaran sekitar Rp 200 milliar per Tahun, tapi kemanakah anggaran itu berlabuh,jadi ini patut dipertanyakan,apalagi saat ini telah di ujung tahun, Jelasnya.

"Kalau rencana mengganti bahan kursi meja belajar ke bahan kayu jati, tahun lalu itu sudah dianggarkan tetapi sampai saat ini belum bisa direalisasikan,ada apa, dan kenapa disetiap tahun ajaran baru orang tua murid selalu menjerit untuk memasukan anaknya bersekolah ?, ya itu tadi,,banyak punglinya dan modus-modus tidak jelas disana ,alasannya beli bangku dan bukan rahasia umum itu memang benar-benar terjadi,tujuan jelas untuk meraup keuntungan pribadi " Ucapnya kesal.

Ketika di Cafe Teko Mega Mall ,pada ini Juanda juga memebeberkan ,mengatakan bahwa kadisdik Batam yaitu Muslim Bidin setiap harinya menghabiskan anggaran Rp 1,7 milliar per hari untuk biaya operasi pendidikan di Kota Batam,tetapi katanya kenapa masih juga ada pungutan liar (Pungli) kepada orang tua murid,dimana menutnya tindakan itu  jelas suatu yang merugikan calon orang tua murid.

" Saya heran, padahal Kadsidik setiap harinya menghabiskan Anggaran 1,7 Miliar per hari untuk biaya oprasional pendidikan,tapi nyatanya Lembar kerja siswa (LKS) saja masih bayar,jadi terkait hal ini   banyak  pertanyaan yang harus perlu  di jawab oleh pemerintah Kota Batam kepada Masyarakat ".ucap lagi.

Sebelum mengakhiri perbincangan pada media ini. Juanda selaku tokoh cendikiawan,Budayawan dan pengeritisi dunia Pendidikan di kota Batam,mengatakan dirinya  sangat berharap, agar kelak dunia pendidikan di Batam ini tidak menemukan kendala , mari kita pergunakan anggaran yang sudah ditentukan,kenapa lagi harus membebankan kepada  masyarakat, toh anggarannya sudah ada,kita tinggal mengarahkannya ke arah benar,itu saja " ucapnya Optimis.

Juanda juga menambahkan , untuk saat ini dirinya telah membuat satu program,yaitu program  Bantuan Siswa Miskin  (BSM),katanya  dalam waktu dekat akan segera direalisaskan, dan juga  telah mengantongi 135 nama siswa  calon yang layak  merima, katanya program  BSM tersebut hanya tinggal menunggu saja .


Menanggapi Pernyataan Juanda tersebut , Pendiri Kepri Brantas Korupsi (KBK) KH .M .Asim Tuban yang juga seorang Budayawan dan pemuka Agama ini, juga yang angkat bicara untuk menanggapi Pernyataan Juanda ,katanya semua masalah itu bermuara pada Muslim Bidin. Ucap KH .M .Asim Tuban yang juga bagian dari salah satu seorang pengeritisi Kinerja Pemerintah itu.

" Memang itu benar , Jadi memang alangkah baiknya ,kalau Kadisdik yang sekarang ini segera digantikan Walikota,semua orang sudah pada mengetahui kebobrokannya,jadi untuk apa dipertahankan lagi, masih banyak orang-orang yang lebih baik dan bisa memimpin dinas pendidikan itu, tapi itu hanya penilaian dari saya,Muslim Bidin sudah tidak layak untuk dipertahankan lagi,jadi itulah tanggapan yang bisa saya berikan terkait dunia pendidikan saat ini,terutama di kota Batam ".Ucap KH .M .Asim Tuban menutup pembicaraannya.

Edit-Admint.

Share this post :

Facebook Comments