Home » » Dampak Dan Pengaruh Radiasi BTS Terhadap Manusia

Dampak Dan Pengaruh Radiasi BTS Terhadap Manusia

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 26 Oktober 2013


Batam,Buruh Today-Di Zaman Era modrenisasi saat ini,Tecnologi nan super canggih telah mempengaruhi dan merajai  kehidupan manusia,bahkan Tecnologi itu sendiri sudah menjadi kebutuhan primer bagi kehidupan sehari-hari.

Salah satunya Hanphone atau telepon gemgam,atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). di Indonesia  tecnologi ini diatur oleh   Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Untuk Indonesia ,Perangkat Celular ini dikenal sekitar tahun 1999 yang lalu dimana pada saat itu masih mengenal produck Merek Erikson dan Motorola,dizaman itu tidak semua orang bisa memilikinya ,ditunjang dari harganya  yang fantastik serta diduga dapat menaikan harga diri sang pemilik.

Saat ini hanphone telah murah tapi bukan Murahan,banyak type dan merek bermuculan,bahkan tidak terhitung lagi merek-merek yang beredar di pasaran,hanphone bak kacang goreng,bisa dilihat untuk saat ini  satu orang rata-rata ,memakai dua hanphone.

Martin Cooper, adalah Penemu sistem telepon genggam dia adalah  seorang karyawan Motorola, di mana perangkat tersebut di temukan pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Martin Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.

Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching.

Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
Pesatnya pekembangan alat Komunikasi saat ini,telah mempengaruhi kehidupan sosial banyak orang,termasuk Indonesia, akibat dari perangkat tersebut,banyak orang ketiban Rezeki dari segi pembangunan Menara pemancar untuk memperkuat sinyal alat itu.

Pembangunan Base Transceiver Station (BTS),Terminologi ini termasuk baru dan mulai populer di era booming seluler saat ini. BTS berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Satu cakupan pancaran BTS dapat disebut Cell. Komunikasi seluler adalah komunikasi modern yang mendukung mobilitas yang tinggi. Dari beberapa BTS kemudian dikontrol oleh satu Base Station Controller (BSC) yang terhubungkan dengan koneksi microwave ataupun serat optik.

Saat ini BTS di Bangun berdasarkan titik penentu dari jaringan itu sendiri, BTS didirikan berdasarkan titik penentuyang tidak mengenal tempat,Di Indonesia sangat banyak di temukan Menara BTS berdiri di atas bangunan warga.

 Pengaruh dan dampak ,

Berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS: 



1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat 
penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang 
ditimbulkan oleh radiasi ponsel. 

2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga 
berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan 
risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli). 

3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, 
penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen. 

4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia 
dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen 
atau senyawa yang dapat memicu kanker. 

5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang 
kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa 
meningkatkan risiko kematian mendadak. 

6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada 
penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan 
salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan 
kesehatan. 

7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan 
tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal. 

8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang 
pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga 
berdenging) dan kerusakan sel rambut .

Dampak positifnya ,

Gelombang radio komunikasi seluler yg dipancarkan itu bisa untuk berkomunikasi 
melalui telepon genggam.

(Berita dari berbagai sumber ,Edit - Agus Budi Tambunan)
Share this post :

Facebook Comments