Home » » Hutan Bakau Di Lokasi Galangan Kapal Batam Banyak Rusak Dan Mati

Hutan Bakau Di Lokasi Galangan Kapal Batam Banyak Rusak Dan Mati

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 22 September 2013

Batam,Buruhtoday – Hutan Bakau dipinggir lahan perusahaan galangan kapal di batam hampir punah,siapa yang harus disalahkan…? Kematian  kayu-kayu bakau tersebut diduga disengaja oleh pihak  perusahaan untuk melebarkan lahan dan ada juga perusahaan yang melakukan penimbunan,sebab dilokasi lahan masih ada air yang menggenangi akar bakau akan tetapi hapir semua pohon bakau sudah kering dan mati. 

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi ekosistem hutan, air dan alam sekitarnya. Secara fisik hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai : penahan abrasi pantai; penahan intrusi (peresapan) air laut; penahan angin; menurunkan kandungan gas karbon dioksida (CO2) di udara, dan bahan-bahan pencemar di perairan rawa pantai. Secara Biologi hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai : tempat hidup (berlindung, mencari makan, pemijahan dan asuhan) biota laut seperti ikan dan udang); sumber bahan organik sebagai sumber pakan konsumen pertama (pakan cacing, kepiting dan golongan kerang/keong), yang selanjutnya menjadi sumber makanan bagi konsumen di atasnya dalam siklus rantai makanan dalam suatu ekosistem; tempat hidup berbagai satwa liar, seperti monyet, buaya muara, biawak dan burung.

Dilihat dari fungsi dan manfaat sosial dan ekonomi, hutan mangrove juga berfungsi dan bermanfaat sebagai : tempat kegiatan wisata alam (rekreasi, pendidikan dan penelitian); penghasil kayu untuk kayu bangunan, kayu bakar, arang dan bahan baku kertas, serta daun nipah untuk pembuatan atap rumah; penghasil tannin untuk pembuatan tinta, plastik, lem, pengawet net dan penyamakan kulit; penghasil bahan pangan (ikan/udang/kepiting, dan gula nira nipah), dan obat-obatan (daun Bruguiera sexangula untuk obat penghambat tumor, Ceriops tagal dan Xylocarpus mollucensis untuk obat sakit gigi, dan lain-lain); tempat sumber mata pencaharian masyarakat nelayan tangkap dan petambak., dan pengrajin atap dan gula nipah.

Pantauan awak media ini terhadap lahan hutan bakau yang banyak rusak yaitu dilokasi tanjung uncang,marina,sekupang,dapur 12 dan  sagulung.

Seperti gambar yang ada diatas pohon bakau menjadi kering dan mati tanpa ada sebab.dugaan sementara inilah modus perusahaan untuk melebarkankan lahannya.
 (don)
Share this post :

Facebook Comments