Isdianto : Tanpa Bantuan Pemerintah, Pembangunan Tak Terakomodir - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Rabu, 04 Desember 2019

Isdianto : Tanpa Bantuan Pemerintah, Pembangunan Tak Terakomodir

* Berharap Dukungan Pembangunan Infrastruktur
* Koordinasi Janji Presiden untuk Jembatan Babin
Program pembangunan infrastruktur untuk peningkatan perekonomian Kepri harus mendapat dukungan dan kucuran dari pemerintah pusat. Jika mengandalkan anggaran daerah, realisasi dan percepatan pembangunan itu tidak akan terakomodir. Melalui Kementerian Maritim dan Investasi dan Kementerian Lembaga lainnya, Kepri yakin dukungan itu segera terealisasi.
Keyakinan itulah yang membuat H Isdianto, Plt Gubernur Kepri bersama seluruh Bupati dan Wali Kota se-Kepri melakukan Rakor dengan Menko Kemaritiman dan Invetasi Luhun B Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/12/2019). 
Isdianto, bersama Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak memimpin langsung pertemuan yang dihadiri sejumlah kementerian itu.
Hadir langsung dalam pertemuan itu Bupati Bintan Apri Sujadi, Bupati Karimun H Aunur Rafiq, Bupati Natuna H Hamid Rizal, Bupati Lingga Alias Wello, Bupati Anambas Abdul Haris, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Rahmah.
Dari Pemprov Kepri, hadir Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang H Naharuddin MTP, Asisten Ekbang Syamsul Bahrum, Kadis Pariwisata H Buralimar, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Perhubungan Jamhur Ismail, Karo Pembangunan Aries Fhariandi dan Plt Biro Humas Protokol dan Penghubung Zulkifli.
Sebanyak 25 skala prioritas masing-masing daerah disampaikan dalam pertemuan itu. Tak kurang dari Rp25 triliun dibutuhkan dana untuk menuntaskan pembangunan di seluruh Kepri. Tiap daerah, mengusulkan skala prioritasnya masing-masing yang langsung disampaikan Isdianto di depan Luhut dan pejabat eselon satu sejumlah kementerian.
“Jika kami sendiri di lapangan tanpa bantuan pemerintah pusat pasti tak terakomodir percepatan pembangunan itu. Kami harap usulan ini diakomodir dan cepat terealisasi,” kata Isdianto membuka pembicaraan.
Kadang, di antara usulan-usulan yang disampaikan Isdianto, langsung ditanggapi Luhut. Misalnya, ketika Isdianto menyampaikan soal penetapan atas labuh jangkar, Luhut langsung menanggapi. 
“Itu kita finalisasi segera. Tinggal tiga dari 12. Itu sumber transhipment. Saya mau Januari-Feburari selesai,” kata Luhut.
Pertemuan itu kemudian dipandu Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim dan Investasi Ridwan Djamaluddin.
Di antara program yang disampaikan Isdianto antara lain pembangunan Jembatan Batam Bintan, Waduk Busung, Pembangunan Bongkar Muat di Pulau Kundur dan Penetapan atas labuh jangkar.
Isdianto juga menyampaikan program-program usulan kabupaten kota. Untuk Tanjungpinang, diusulkan antara lain Pembangunan Jalan Lingkar Kota, Jembatan Madong-Sungai Nyirih, Jembatan Pinang Marina-TanjungLanjut. Juga Penataan Kawasan Kota Pusaka di Kota Tanjungpinang antara lain Kawasan Kota Lama, Kawasan Pulau Penyengat dan Kawasan Kota Rebah. Tanjungpinang juga mengusulkam Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang.
Kota Batam antara lain mengusulkan Peningkatan Jalan Ruas Simpang Batubesar – Nongsa (8,5 Km), Peningkatan Jalan Simpang Jam – Batu Ampar (6,6 Km), Peningkatan Jalan Simpang Sei Harapan – Simpang Basecamp (8 Km), Pembangunan Fly Over Simpang Kabil, Peningkatan Jalan Pelabuhan Batu Ampar – Bundaran Nan Tongga – Simp. Baloi Center (5.2 Km), Pembangunan Jalan Simpang Tembesi – Tanjung Berikat (7.76 km), Pembangunan jalan lingkar luar (outer ringroad) Tiban – Jodoh (4 Km) dan Pembangunan Jalan Tol Batu Ampar – Muka Kuning – Hang Nadim (25 Km). Pembangunan Pasar Induk Jodoh juga diusulkan Pemko Batam. Serta pembangunan Rusunawa (15 Twin Block).
Kabupaten Bintan mengusulkan Peningkatan Jalan Nasional Lintas Barat-Timur Pulau Bintan (Penambahan Ruas Jalan) sepanjang 66 Km dan Pembangunan Jalan Lingkar Pantai Timur (Inner Ring Road) Pulau Bintan sepanjang 40 Km. Bintan juga ingin Pembangunan Pelabuhan Umum dan Angkutan Penyeberangan/Mini Ro-Ro di daerah pesisir dan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Batu Duyung Bintan.
Kabupaten Natuna mengusulkan Pembangunan Bandara Internasional Kelarik,  Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan (SKPT) Selat Lampa – Teluk Depih dan Pengembangan Geopark Nasional Natuna menuju UGGp (UNESCO Global Geoparks).
Kabupaten Anambas mengusulkan Pembangunan Depo BBM Pertamina, Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Kecamatan Siantan Selatan dan Pembangunan Bendungan Arung Hijau Baruk. Anambas juga mengusulkan pembangunan jalan nasional sepanjang 18 km.
Kabupaten Pembangunan Pelabuhan Malarko dan Peningkatan Bandar Udara Raja Haji Abdullah (Sei Bati). Karimun juga mengusulkan Jembatan Konektivitas dengan Pembangunan Jembatan Pulau Papan – Pulau Belat – Pulau Kundur.
Sementara Kabupaten Lingga Mengusulkan Pembangunan Bendungan Jelutung, Pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Peti Kemas di Kawasan Industri Sebayur, Peningkatan Bandara Dabo (dari 1350m menjadi 2300m) dan Pembangunan Kawasan Pulau Karantina Nasional.
Satu persatu kementerian merespon usulan-usulan itu. Di antaranya yang paling panjang perbincangan mengenai progres kemajuan rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan. Isdianto dan Jumaga Nadeak termasuk mengejar perkembangan progres persoalan ini. Apalagi pembangunan Jembatan Batam Bintan termasuk yang dijanjikan Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Kepri.
“Untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan, kini sedang progres di (Dirjen) Bina Marga (Kementerian PUPR). Kita (akan) bentuk tim kecil untuk (program) itu,” kata Ridwan di akhir pertemuan lebih dari dua jam
Semua bupati dan wakil wali kota juga mempertegas program-program yang disampaikan Isdianto. Mereka berharap apa yang disampaikan itu mendapat prioritas dari pemerintah pusat. Apalagi, muara dari semua permintaan itu adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan semakin memajukan daerah.
Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perdagangan semua merespon usulan-usulan itu. Ada beberapa program yang akan dikonsolidasikan untuk tahun 2020 dan ada yang dibahas masuk dalam pembangunan tahun berikutnya.
Yang jelas, saat ini sedang ada pembahasan program RPJMN 2020-2024. Beberapa kementerian akan memasukkan sejumlah kegiatan dalam program itu.
Di ujung pertemuan, Isdianto yang diminta berbicara terakhir berterima kasih kepada Kemenko Maritim dan Investasi yang memfasilitasi pertemuan ini. Menurut Isdianto, pihaknya juga akan melakukan koordinasi drnhan kementerian terkait tentang program-program tersebut.
“Pertemuan ini pada akhirnya menemukan titik terang. Kami mencari solusi seperti apa yang terbaik untuk daerah kami. Tentu kami berharap semua ini terakomodir,” kata Isdianto.
Sebelumnya, saat membuka pertemuan, Luhut menegaskan pertemuan ini untuk membahas rencana infrastuktur dan konektivitas. Termasuk janji janji Presiden beberapa waktu lalu. Tentu dengan melihat skala prioritas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar