Buruh Pabrik Rokok : Ini Sumber Penghidupan Kami - BURUH TODAY


Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 01 Juni 2017

Buruh Pabrik Rokok : Ini Sumber Penghidupan Kami

KUDUS - Banyak para buruh yang bekerja pada brak pabrik rokok kwatir akan masa depan mereka atas kampanye Peringatan Hari Antitembakau sedunia yang jatuh pada tangal 31 Mei.

Sulastri dan Sutin buruh rokok yang bekerja di brak Pabrik Rokok (PR) Rajan Abadi, menyatakan buruh rokok terus diusik dengan kampanye seperti itu. Pasalnya, hingga saat ini pemerintah pusat belum dapat menyediakan usaha pengganti IHT.

“Ini sumber penghidupan kami,” katanya.

Mereka menjelaskan, untuk satu batang rokok di tempatnya bekerja dihargai Rp 18, sedangkan setiap harinya, saat masa produksi, rata-rata dapat menggiling rokok sebanyak 3 hingga 4 ribu.

”Setiap hari saat masa produksi dapat membawa pulang Rp 50 ribuan,” jelasnya.

Terkait isu pengalihan usaha, tidak semudah yang dibayangkan. Menurutnya, sebagian besar buruh khususnya yang berusia lanjut dimungkinkan tidak akan sanggup mengikuti langkah tersebut. Pemilik PR Rajan Abadi, Sutrishono, mengaku saat ini pihaknya mempekerjakan 70 buruh.

Sebanyak 40 orang di antaranya janda dan harus menanggung keluarganya yang masih bersekolah. Terkait pengalihan usaha, dengan usia pekerja yang sudah di atas 40 tahun jelas sangat sulit.

Kondisi serupa tidak hanya terjadi di pabriknya saja, tetapi juga brak-brak kecil lainnya.

”Kami berharap usaha ini dapat terus dipertahankan,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Forum Komunikasi Pabrik Rokok Kecil (FPRK), Agus Suparyanto menyatakan semua pihak harus dapat bersikap adil. Bila ada pihak yang melancarkan kampanye antitembakau, juga harus menyiapkan solusinya, termasuk juga kontribusi IHT mulai dari lapangan kerja hingga pendapatan ke kas negara.

”Semua pada akhirnya dikembalikan kepada masyarakat banyak termasuk para penentang IHT tersebut,” tandasnya.

red / sumber : Suaramerdeka.com

Post Top Ad

Your Ad Spot