2 Tahun Beroperasi, Pedagang Pasar Rakyat Kampung Jabi Mau Digusur Paksa Oleh Tim Terpadu Batam - BURUH TODAY

Post Top Ad

Your Ad Spot

Rabu, 02 November 2016

2 Tahun Beroperasi, Pedagang Pasar Rakyat Kampung Jabi Mau Digusur Paksa Oleh Tim Terpadu Batam

Batam,Buruhtoday.com - Ratusan warga pemilik kios pasar rakyat Kampung Jabi yang beralamat di jalan Kasturi, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa terkejut. Pasalnya, Surat Peringatan (SP) untuk pengosongan lahan dari tim terpadu kota Batam datang tiba-tiba.


Abdul Rahmat (42) selaku ketua tim dan juga pengelola pasar rakyat mengatakan, kedatangan Surat Peringatan dari tim terpadu kota Batam terkesan memiliki kepentingan. Sebab, pemberitahuan ataupun perundingan yang dilakukan tim terpadu dengan warga tidak pernah terjadi.


Baca :  Pertama Di Batam, Warga Kampung Jabi Bangun Pasar Rakyat



"Seluruh warga terkejut saat melihat ada selembaran kertas berupa SP dari tim terpadu, sementara pemberitahuan saja tidak pernah datang baik dari lurah maupun camat," ujar Rahmat, Rabu (2/11/2016) kepada Buruhtoday.com,


Menurut Rahmat, berdirinya pasar rakyat tersebut karena adanya kesepakatan warga dengan pemilik lahan, sehingga warga berani membangun pasar tersebut dengan cara gotong royong.


"Pasarnya sudah berjalan 2 tahun. Pembangunannya juga mendapat izin dari Muspida setempat. Tapi, kenapa sekarang pemerintah membuat seperti ini ke warga," ungkapnya senada bertanya,


Baca :  Pasar Rakyat Kampung Jabi Mendapat Dukungan Dari Muspida Nongsa


Ironisnya lagi, kata rahmat, dalam surat peringatan yang dibagikan tim terpadu tidak langsung kepada warga, melainkan disisipkan pada lubang pintu kios. Dan tanggal yang dibunyikan pada surat peringatan tersebut sudah kadaluarsa.


"Coba dilihat saja tanggal surat peringatannya tertulis untuk SP1 disebut tanggal 21 Oktober, akan tapi tim terpadu membagikan tanggal 29 Oktober. Dan SP2 tertulis tanggal 28 Oktober, dibagikan tanggal 31 Oktober," tuturnya.


Hal senada juga disampaikan HR warga lainnya, Ia membenarkan perkataan Rahmat. Bahkan HR menyebutkan isi dari SP1 dan SP2 yang dibagikan secara tidak langsung ke warga berbeda.


"Tim terpadu terkesan dipaksakan, sebab isi dari kedua surat peringatan tersebut berbeda," katanya,


HR berharap kepada pemerintah dan muspida setempat yang dulunya memberikan dukungan akan pembangunan Pasar Rakyat Kampung Jabi memberikan kejelasan kepada warga. Sebab, saat ini warga sudah dihantui kebingungan atas kejadian ini.


"Pemerintah seharusnya memperhatikan rakyatnya. Sebab, saat ini mencari pekerjaan sangat susah. Jadi Tolong perhatikan kami rakyat kecil ini, kami bukan mencuri, kami hanya ingin berjualan agar keluarga kami bisa makan." pungkasnya. (don)

Post Top Ad

Your Ad Spot