Home » » Serikat Buruh Menolak Tegas Keberadaan Pekerja Asing di Indonesia

Serikat Buruh Menolak Tegas Keberadaan Pekerja Asing di Indonesia

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Jumat, 19 Februari 2016

Ilustrasi. int
Sukoharjo,Buruhtoday.com - Ketua SBSI Sukoharjo Slamet Riyadi mengatakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 memang baik untuk bangsa Indonesia. Tetapi pemerintah pusat juga harus bersifat tegas dan selektif supaya tidak menerima tenaga kerja asing dalam jumlah banyak.

“SBSI Sukoharjo secara tegas menolak keberadaan tenaga kerja asing, tetapi kami tetap mendukung pemerintah berkaitan dengan MEA,” tutur Slamet Riyadi, dilansir dari KRjogja, Kamis (18/2/2016).

Bentuk dari penolakan tersebut akan dilakukan SBSI Sukoharjo dengan cara mengirim surat ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Hal itu dilakukan supaya buruh lokasi tak semakin bertambah resah.

Slamet juga menegaskan, adanya anggapan kemampuan buruh lokal rendah sama sekali tidak benar. Sebab buruh Indonesia sudah berkemampuan baik dengan menghasilkan barang dengan sasaran penjualan ke luar negeri.

“Produk kerajinan tangan dan produk lokal Sukoharjo yang diual impor telah diakui kualitas dan kemampuan pembeli asing, lalu dari mana dapat ada anggapan kemampuan buruh lokal rendah seperti tudingan banyak pihak,” katanya.

SBSI Sukoharjo melihat besarnya potensi kemampuan buruh lokal yang ada. Hal itu juga didukung dengan banyaknya industri baru bermunculan.

“Harus dilakukan pengawasan ketat dari pemerintah karena sebelum diberlakukan MEA beberapa tahun yang lalu pernah ditemukan tenaga kerja asing yang ilegal,” jelasnya.

Temuan itu harus ditindaklanjuti pemerintah pusat supaya kasus tenaga kerja asing ilegal tidak terulang lagi. Salah satu pengetatnya yaitu lalui perizinan. (Sumber SUMBERNEWS.COM )
Share this post :

Facebook Comments