Home » , , » PT ISS Pacility Sevices: Kerja Lembur 150 Jam/Bulan Hanya Dibanyar 650 Ribu

PT ISS Pacility Sevices: Kerja Lembur 150 Jam/Bulan Hanya Dibanyar 650 Ribu

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 21 September 2014

Batam,Buruhtoday – Selama 2 tahun lamanya bekerja, 5 tenaga kerja PT ISS Pacility Services yang beralamat komplek ruko taman niaga blok C no 7 Jln ahmad Yani,batam mandapat perlakuan tidak menyenagkan, managemen diduga gelapkan upah jam lembur.

Salah satu outsourching PT ISS Pacility Services yang bergerak dibidang jasa pengamanan diperusahaan galangan kapal milik PT Patria Maritim Perkasa yang berlamat di sei lekop,Sagulung tidak mengindahkan undang-undang tenaga kerja dengan benar.hal tersebut terkuak dari pengakuan 5 orang karyawannya yang mendatangi kantor DPC SPSI di Batam center guna meminta bantuan menyelesaikan permasalahan yang dialami mereka.

“ Kami hanya dibanyar 650 ribu  dari kerja lembur 150 jam/bulannya, dan pengambilan cuti dipersulit serta kontrak tidak jelas.” kata Firmus salah satu karyawan.

Firmus Lorensius Nduru salah satu security senior akses control di PT Paria Maritim Perkasa mengatakan pada media ini, permasalahan yang dialaminya bersama 4 rekannya sebenarnya bermula karena mereka mempertanyakan managemen PT ISS melalui supervesornya ‘Vicky Ludji dan suhaji’ mengenai upah yang tidak sesuai dengan kelompok golongan kerja seperti jenis golongan yang telah ditetapkan SK Gubernur, seharusnya kami dapat upah dikelompok golongan 1 sebesar Rp 2.670.000 karena lokasi ditempat kerja panas seperti galangan kapal, bukan pada golongan 3 sebesar Rp 2.242.000, karena hal tersebut tidak sesuai standart lagi menurut lokasi tempat kerja yang sekarang.

Dan yang parahnya lagi, lanjut firmus’ 150 jam kerja lembur yang dirasakannya selama bekerja satu bulan jauh lebih kecil dari jam kerja normal yang dibanyarkan perusahaan,contohnya saja dalam satu bulan jam lembur mencapai 150 jam namun  dibanyar 650 ribu saja. Serta pengambilan cuti juga selalu di persulit oleh managemen dengan alasan sudah terlalu besar pengeluaran bajat.dan hal inilah yang membuat kami meminta bantuan kekantor DPC SPSI Batam, dan besar harapan kami kiranya managemen PT ISS ada etika baik dengan membanyarkan apa yang menjadi hak kami sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku. jelasnya.

Setia Putra Tarigan selaku ketua SPSI NIBA Kota Batam melalui tim Advokasinya Salvius Nong pada Buruhtoday.com mengatakan, bahwa 5 orang tenaga kerja PT ISS  memang telah datang untuk memberikan kuasa penuh pada DPC SPSI Batam pada tanggal 8 september 2014 kemarin untuk menangani permasalahan yang dialami mereka (Firmus CS), dan dari hasil keterangan sepihak yang kita ambil dari karyawan itu, kita pun dari tim Advokasi SPSI masih menyarankan pada Firmus CS untuk membuat surat permohonan perundingan kepada perusahaan agar menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan memberikan kebebasan untuk memilih tempat dimana saja. namun pihak PT ISS pun tidak ada menanggapi surat yang dilayangkan mereka.

Dan pada tanggal 15 sep 2014 kami dari Advokasi SPSI sudah melayangkan surat permohonan pencatatan Industrial pada Disnaker Kota Batam dan dijadwalkan pada tanggal 19 september untuk pertemuan mediasi tripartit antara Pekerja,pengusaha dan pemerintah dan surat pemanggilan Disnaker itu pun tidak di indahkan pihak managemen PT ISS, sementara kita dan Fimus CS sudah siap menunggu-nunggu ternyata tidak datang juga.

Atas kejadian tersebut, Salvius sangat menyanyangkan tindakan managemen PT ISS yang terkesan sepertinya sudah mengatur semuanya dengan alasan belum siap untuk bertemu dan mengundur waktu dalam pertemuan selanjutnya melalui via telepon pada petugas Disnaker Kota Batam pada hari yang bersamaan.ucap Salvius dengan geram.

Sementara Reslyn Silalahi selaku manager PT ISS  saat dikonfirmasi siang tadi pukul 14.18 Wib melalui via telepon mengatakan, masih terlalu dini untuk memuat berita tentang permasalahan ini, sebab biarlah permasalahan ini diselesaikan di Disnaker Kota Batam dulu. Pintanya.

Saya Nocoment, semua yang dikatakan mereka itu tidak benar, mereka itu hanya dendam pada atasannya saja. Terkait laporan mereka yang katanya sudah masuk ke kantor DPC SPSI, itu tidak ada...Sebab surat yang kami terima kekantor PT ISS itu tidak ada logo SPSI dan kops surat resmi dan saya juga sudah cek ke kantor SPSI melalui anggota yang saya suru.

Lalu alasan yang membuat kami tidak menghadiri panggilan Disnaker pada tanggal 19 sept 2014 lalu, hal itu dikarenakan Hrd kami lagi training ke Jakarta. dan lagian Kepala Dinas Tenega Kerja saja saya kira dapat menanggapinya.katanya dengan percaya diri melalui telepon genggamnya.(redaksi).

Share this post :

Facebook Comments