Home » » Serikat Pekerja FSPMI,SPN Dan Brigade SPSI Kota Batam Kawal Pembahasan UMK 2014 di Depan Gedung Pemko Batam

Serikat Pekerja FSPMI,SPN Dan Brigade SPSI Kota Batam Kawal Pembahasan UMK 2014 di Depan Gedung Pemko Batam

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 30 Oktober 2013

Batam,Buruhtoday – Ribuan buruh padati depan kantor Wali Kota Batam,Pembahasan upah minimum kota (UMK) berubah menjadi penentuan kebutuhan hidup lanyak (KHL) 2,1 juta,kemarin (29/10).
Para buruh tiba di depan Kantor Wali Kota Batam, Jalan Engku Putri, Batam Center sekitar pukul 9.30 WIB dengan membawa bendera yang berbeda menurut serikatnya masing-masing.

Mereka menuntut agar pemerintah menaikan UMK pada tahun 2014 naik sebesar 50% dari UMK tahun 2013,Alasanya,kebutuhan hidup untuk sehari-harinya sudah sangat tinggi.sementara masih banyak upah buruh yang ada dibatam khusunya galangan kapal tanjung uncang yang tidak sesuai dengan UMK 2013.

salah satu tuntutan buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dalam aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Batam, agar pemerintah menghapuskan sistim outsourcing yang sangat merugikan para buruh.jika tidak, buruh mengancam akan melakukan aksi mogok kerja sebesar-besaran, Hal ini disampaikan salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.

Brigade SPSI Kota Batam juga turunkan 80 orang anggota untuk  pengawalan Pembahasan terakhir terhadap perwakilan SPSI yang juga menjadi dewan pengupahan kota batam.
Carlos Hutabarat Selaku Panglima Brigade yang sekaligus Ketua PC F-SPTI SPSI Kota Batam kepada buruhtoday mengatakan,kehadiran Brigade SPSI disini untuk melakukan pengawalan terhadap dewan pengupahan kota (DPK) SPSI yang ada didalam ruang pemko batam sedang melakukan  pembahasan terahir UMK 2014,karena fungsi Brigade adalah turjawali,mengatur,menjaga,mengawal dan melindungi panji kebesaran SPSI.ungkapnya.


Namun harapan para buruh ini dalam menuntut UMK  tahun 2014 tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. dimana pembahasan UMK  kemarin (selasa 29-10-2013) seharusnya pembahasan terahir,karena sebelumnya pembahasan UMK sudah dilakukan  dikantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam 
sebanyak empat kali dan pembahasan ke lima berubah menjadi penentuan kebutuhan hidup lanyak (KHL).

Juli Sitorus sekjen Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Batam mengatakan, aksi unjuk rasa yang telah berlansung selama dua hari ini baru tahap pemanasan untuk menyambut aksi mogok kerja nasional yang berlangsung pada tanggal 31 oktober -01 septempber mendatang.

Menurutnya, pembahasan UMK hari ini adalah pembahasan terahir.dimana sebelumnya pembahasan sudah dilakukan sebanyak empat kali bersama intansi-intasi terkait dikantor Dinas Tenaga Kerja kota Batam namun, pembahasan yang terahir malah membahas Kebutuhan Hidup Lanyak (KHL) sebesar 2,1 juta ungkapnya.

‘lanjutnya’ Pada tanggal 31 Oktober nanti,kita akan mengajak seluruh serikat yang ada dibatam ini akan melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Wali Kota Batam untuk melakukan penekanan terhadap pemerintah agar lebih memperhatikan nasib para buruh dan masalah-masalah yang sering terjadi.

Seperti janji Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam ‘Zarefriadi’ dihadapan teman-teman saat melakukan aksi unjuk rasa (senin 28/10) didepan kantor Disnaker Batam,Zaref berjanji akan menyidak perusahaan-perusahaan yang nakal dengan memberikan upah dibawah UMK,serta perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki jamsostek.kita akan menagih janji itu.

Kita juga akan meminta kepada pemerintah melalui Disnaker, setiap kali melakukan sidak keperusahaan selalu melibatkan serikat yang ada didalam perusahaan tersebut, supaya ada kerjasama yang baik anatara serikat pekerja dengan pemerintah.tutupnya.

Don/Farid


.

Share this post :

Facebook Comments