Home » » Kunci Kemenangan Bayern di Kandang City

Kunci Kemenangan Bayern di Kandang City

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 03 Oktober 2013

 Pressing tanpa henti dan pola serangan yang berbeda-beda

Buruhtoday - Meski melihat Bayern Munchen menang bukanlah hal yang baru, namun kemenangan tersebut akan terasa lebih apabila mampu mengalahkan tim dari Premier League di kandangnya sendiri. Dan itulah yang dilakukan Die Roten pada matchday 2 Liga Champions, Kamis (3/10). Bertandang ke Etihad Stadium, tim asuhan Pep Guardiola berhasil kembali ke Jerman dengan bekal tiga poin setelah berhasil menumbangkan Manchester City di rumahnya sendiri dengan skor 1-3.

Dengan materi pemain kedua tim yang bisa dibilang penuh pemain berbakat dan seimbang, seharusnya City setidaknya bisa meraih hasil seri, apalagi pertandingan dimainkan di kandang mereka. Namun, perbedaan antara kedua tim ini terlihat dari cara mereka bermain. Bagaimana Guardiola mengatur anak asuhnya sedemikian rupa agar bisa menumbangkan tim asuhan Manuel Pellegrini.

Dimulai dari bagaimana Die Roten selama 90 menit terus menerus memberi tekanan pada daerah pertahanan The Citizens. Hal ini terlihat jelas pada proses terjadinya gol ketiga Bayern. Setelah Toni Kroos berhasil mencuri bola dari Fernandinho, saat itu juga para pemain Bayern mulai melakukan tekanan di daerah City. Bahkan, duet Jerome Boateng dan Dante pun turut maju hingga setengah lapangan saat Bayern sedang menyerang. Namun taktik ini memiliki kelemahan dimana pertahanan Bayern berkali-kali ditembus oleh pemain-pemain City yang memiliki kecepatan. Ini disebabkan karena dalam melakukan pressing ala Guardiola tersebut sangat menguras stamina para pemain.

Selain itu, pola serangan yang diterapkan oleh anak asuh Guardiola inipun sangat beragam. Opsi pertama mereka adalah menggunakan sayap. Dengan Arjen Robben dan Franck Ribery sebagai aktor utama, mereka mendapat dukungan dari Rafinha atau David Alaba yang bermain di belakang mereka. Hal ini berkali-kali membuat lini pertahanan City berkali-kali mampu ditembus dari sisi ini. Apabila sulit mengembangkan permainan dari sayap, Munchen masih memiliki opsi di lini tengah. Dengan kehadiran Bastian Schweinsteiger dan Toni Kroos, menembus pertahanan The Citizens bukan menjadi masalah. Apalagi, pada pertandingan tersebut, duo Thomas Muller dan Kroos sama-sama menampilkan performa terbaiknya dan berkali-kali mampu mengungguli bek City dalam serangan.

Apabila melihat taktik yang diaplikasikan Bayern, sebenarnya banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh City. Seringnya Alaba maju ke depan untuk membantu serangan harusnya meninggalkan lubang besar di lini belakang yang bisa dimanfaatkan oleh Jesus Navas. Sayang, performa Navas malam itu kurang maksimal. Terbukti, dari delapan umpan yang ia lepaskan, tidak satupun yang mampu dicapai oleh rekannya. Akurasi passing dari winger Spanyol inipun sangat mengecewakan, hanya 55%. Hal ini juga terjadi karena jarangnya pasokan bola yang didapat oleh Navas dari rekan-rekannya.

Penampilan Philipp Lahm malam itu juga menjadi kunci permainan Bayern. Lahm, yang dimainkan sebagai gelandang bertahan malam itu, mampu mematikan pergerakan Sergio Aguero dan Samir Nasri untuk mencegah berkembangnya permainan City sambil kemudian mengirim bola ke depan dan memulai counterattack bagi Die Roten.


( Sumber Super Soccer.co.id )
Share this post :

Facebook Comments