Home » » BMKG deteksi 36 titik api di Riau

BMKG deteksi 36 titik api di Riau

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 08 Juli 2013

Batam,BT-36 Titik api saat ini terdektesi masih tersebar di Provinsi Riau. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pengamatan Satelit TERRA/AQUA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru. Analis BMKG Pekanbaru, Tri Puryanti menjelaskan kendati kabut asap sudah tidak lagi menyelimuti Provinsi Riau, namun jumlah titik api terdekteksi bertambah.

"Kemunculan titik api meningkat lagi. Jika pada Sabtu (6/7) hanya ada lima titik api yang terdeteksi di Riau, saat ini jumlahnya meningkat menjadi 36 titik," ujar Tri, Minggu (7/7).

Sementara, untuk total titik api di Sumatera, jumlahnya mencapai 65 titik. Tri menjabarkan puluhan lokasi kemunculan titik api yakni, Jambi enam titik, Sumsel 14, Sumut delapan dan Kepri satu titik. Sedangkan jumlah terbanyak tetap berada di Riau dengan total mencapai 36 titik api.

"Sedangkan untuk titik api di Riau yakni di Kabupaten Bengkalis ada dua titik api, kabupaten Rohil tujuh titik api, kabupaten Rohul empat titik api, kabupaten Siak 21 dan di kabupaten Inhu ada dua titik api," jelasnya.

Tri menambahkan suhu tertinggi di Kota Bertuah, Pekanbaru saat ini mencapai 35 derajat celcius. Dengan kondisi ini, ia mengatakan peluang hujan juga sangat minim terjadi.

"Umumnya cuaca di Riau masih cerah berawan. Belum ada tanda akan terjadinya hujan kalaupun ada hanya lokal dan sebentar. Di Pekanbaru sendiri suhu juga masih panas, mencapai 35 derajat celcius,", paparnya.

Secara klimatologi, lanjutnya, musim kemarau yang melanda Riau diperkirakan akan terjadi hingga Agustus mendatang. Artinya, pada bulan Ramadan ini, musim kering tetap akan melanda Riau, termasuk Pekanbaru.

Sementara itu, Tri juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah beralih dari sateli NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menjadi satelit TERRA/AQUA. "Kita sudah menggunakan satelit TERRA/AQUA untuk mendeteksi kemunculan titik api ini. Satelit ini mulai kita gunakan sejak 27 Juni silam sesuai instruksi Kepala BMKG Pusat," ucapnya.

"Satelit NOAA bisa mendeteksi satu titik api jika temperatur dalam satu spot sudah mencapai 40 derajat celcius, tetapi kalau satelit TERRA/AQUA temperatur dalam satu spot harus mencapai 43 derajat celcius," imbuhnya.
(sumber merdeka.com)
Share this post :

Facebook Comments