Anggota DPRD Batam Desak Audit Seluruh Armada Bus Pariwisata Usai Tragedi Pantai Melur ‎ - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Rabu, 24 Juni 2026

Anggota DPRD Batam Desak Audit Seluruh Armada Bus Pariwisata Usai Tragedi Pantai Melur ‎


BATAM – Kecelakaan tunggal yang melibatkan bus rombongan jemaat Gereja HKBP Tembesi Indah di kawasan Pantai Glory Melur, Galang, Kota Batam, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Batam Fraksi PDI Perjuangan, Tapis Dabbal Siahaan, SH.

‎Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai peristiwa yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan puluhan penumpang luka-luka itu menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Batam, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), untuk mengevaluasi sistem pengawasan terhadap armada angkutan yang beroperasi di Batam.

‎Menurut Tapis, kecelakaan tersebut memunculkan banyak pertanyaan terkait legalitas, kelayakan operasional, serta pengawasan terhadap bus-bus pariwisata yang selama ini beroperasi di Kota Batam.

‎"Kita menganalisa bahwa Dinas Perhubungan Kota Batam sangat minim melakukan pengawasan terhadap operasional armada bus yang beroperasi di Batam. Pertanyaannya, apakah armada-armada tersebut memiliki perizinan yang lengkap? Apakah kendaraan yang digunakan masih layak jalan atau tidak?" tegas Tapis, Minggu (21/6/2026).

‎Ia menegaskan Batam tidak boleh dijadikan tempat beroperasinya kendaraan-kendaraan tua yang sudah tidak layak pakai dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

‎"Jangan sampai Batam menjadi lokasi penampungan armada bus dan kendaraan yang sebenarnya sudah tidak layak operasional. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

‎Tapis juga mempertanyakan transparansi dan pengawasan Dishub Batam setelah muncul informasi bahwa identitas pemilik maupun pengelola armada bus yang mengalami kecelakaan tersebut belum diketahui secara jelas oleh publik.

‎"Kita mempertanyakan bagaimana bisa sampai hari ini masyarakat belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai siapa pemilik dan pengelola armada bus tersebut. Ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan dan pendataan kendaraan angkutan yang beroperasi di Batam," katanya.

‎Lebih lanjut, Tapis mengaku telah menerima sejumlah keluhan dan telepon dari keluarga korban yang berharap adanya perhatian terhadap proses pengobatan para korban yang saat ini masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

‎"Saya mendapat telepon dari keluarga korban yang meminta perhatian terkait pengobatan dan penanganan para korban.

‎Pemerintah harus hadir memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal," ujarnya.

‎Selain itu, ia juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut tuntas bentuk pertanggungjawaban pemilik armada atas musibah yang terjadi.

‎"Kita ingin mengetahui bagaimana bentuk pertanggungjawaban pemilik armada terhadap korban dan keluarga korban. Ada korban luka-luka bahkan sampai meninggal dunia. Jangan sampai setelah kejadian ini tidak ada pihak yang bertanggung jawab," tegasnya.

‎Sebagai wakil rakyat, Tapis menyatakan akan mengawal proses investigasi serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh armada bus pariwisata dan angkutan sejenis yang beroperasi di Kota Batam.

‎"Saya sangat tertantang untuk mencari tahu dan menganalisa keberadaan armada-armada bus yang beroperasi di Batam. Jangan sampai peristiwa seperti ini kembali terjadi dan memakan korban jiwa," katanya.

‎Ia juga meminta Dinas Perhubungan Kota Batam lebih transparan kepada masyarakat terkait data perizinan, hasil uji kelayakan kendaraan (KIR), serta pengawasan terhadap perusahaan transportasi.

‎"Dishub Batam harus terbuka kepada publik. Menurut saya, kejadian ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan. Evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan agar keselamatan masyarakat benar-benar terjamin," pungkasnya.

‎Sebelumnya, sebuah bus yang mengangkut sekitar 30 hingga 40 jemaat Gereja HKBP Tembesi Indah mengalami kecelakaan tunggal di jalan menurun menuju kawasan wisata Pantai Glory Melur, Galang.

‎Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kendaraan diduga mengalami gagal pengereman atau rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali. 

‎Akibat peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka serta harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Batam. (tim IWO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar