Reses di Batu Aji, Tapis Dabbal Siahaan Prioritas Utamakan Drainase Darurat Warga Bumi Agung - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Senin, 06 April 2026

Reses di Batu Aji, Tapis Dabbal Siahaan Prioritas Utamakan Drainase Darurat Warga Bumi Agung


Batam – Ratusan warga Perumahan Bumi Agung, RW 21, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji, tampak antusias menggelar acara reses bersama anggota Komisi IV DPRD Batam, Tapis Dabbal Siahaan dari fraksi PDI Perjuangan, Senin (6/4/2026). Reses hari kelima masa persidangan II Tahun 2026 ini berlangsung hangat dan penuh aspirasi, menunjukkan kepedulian dewan terhadap persoalan warga di tingkat tapak.


Acara yang digelar di lokasi RT 03 milik Sukri selaku tuan rumah itu turut dihadiri Lurah Kibing beserta Kasi Trantib, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat setempat, Ketua RW 21 Joko Purnomo, serta para ketua RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan seluruh warga Perumahan Bumi Agung.


Fernando Tambunan, Ketua RT 02, menyampaikan dengan lantang bahwa masalah drainase perumahan sudah sangat mendesak. “Drainase saat ini tidak mampu mengalirkan air ke saluran besar. Saat hujan, air justru masuk ke kamar mandi warga melalui selokan. Kami mohon bantuan pemasangan CCTV juga di pintu masuk dan keluar perumahan,” ujarnya.


Warga RT 04 pun menambahkan, pihaknya pernah mengajukan pembangunan drainase berbentuk U sepanjang 3 meter melalui PIK, namun saat hujan longsor masih terjadi. “Kami mohon pembangunan drainase tersebut difungsikan kembali dan dilakukan semenisasi sekitar 100 meter,” pinta warga.


Tak hanya itu, Ketua Posyandu Perumahan Bumi Agung meminta bantuan laptop untuk memudahkan pembuatan laporan dan speaker aktif untuk komunikasi. Sementara Ketua RT 04 mengusulkan normalisasi parit besar agar aliran air lancar serta pembangunan gapura perumahan sebagai estetika lingkungan.


Warga dari RT 02 yang juga berprofesi sebagai pedagang menyuarakan keberatan atas peraturan menteri yang dinilai menyulitkan pedagang kecil di Batam. “Kami juga mempertanyakan kebijakan pembatasan penduduk oleh Pemko Batam. Bagaimana dewan mengawasi aturan ini agar tidak merugikan warga?” ujarnya.


Warga lainnya meminta dewan mengawal usulan yang sudah disampaikan, terutama pemasangan CCTV untuk kenyamanan perumahan.


Menanggapi berbagai aspirasi, Tapis Dabbal Siahaan dengan terus terang menyampaikan keterbatasan anggaran DPRD Batam. “Kami tidak bisa berbuat banyak, tetapi satu titik akan kami eksekusi, yaitu drainase yang diusulkan Fernando Tambunan. Untuk permintaan CCTV, laptop, speaker, dan gapura, itu bukan ranah DPRD,” jelasnya.


Ia berharap Lurah Kibing dapat membantu merealisasikan usulan lain yang menjadi kewenangan kelurahan. “Saya titipkan satu kepada pak lurah, semoga bisa diwujudkan,” tambahnya.


Soal lowongan kerja, Tapis menegaskan bahwa anak-anak kelahiran Batam akan diutamakan. “Setiap perusahaan tidak boleh merekrut dari luar kecuali untuk tenaga kerja dengan keahlian khusus,” tegasnya.


Tapis juga memberikan solusi bijak bagi pedagang yang mengeluhkan peraturan. “Kami dorong para pedagang memiliki badan hukum atau bergabung dengan asosiasi pengusaha. Dengan begitu, kami bisa menjembatani ke pemerintah. Kalau perorangan, tidak akan kuat,” himbaunya.


Meski keterbatasan anggaran membatasi jumlah titik pembangunan, kepedulian dewan tetap terlihat dengan adanya pembagian door prize berupa minyak goreng kepada seluruh warga yang hadir, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyampaikan aspirasi.


Editor red/Doni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar