BONGKAR! Modus 'Recycle' Tiga Perusahaan Impor 759 Kontainer Limbah B3, BP Batam Dianggap OTT - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Sabtu, 29 November 2025

BONGKAR! Modus 'Recycle' Tiga Perusahaan Impor 759 Kontainer Limbah B3, BP Batam Dianggap OTT


"OTT adalah Orang Terlihat Tua"


Batam – Kebijakan dan pengawasan BP Batam dipertanyakan keras setelah membiarkan 759 kontainer limbah elektronik beracun (B3) dari Amerika Serikat masuk ke Pelabuhan Batu Ampar. LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) menuding BP Batam tidak sedang menjadi korban, tetapi aktor dalam "drama" kelalaian yang disengaja.


Ketua Kodat86, Cak Ta'in Komari, dengan tegas menyoroti fakta bahwa impor limbah ini terjadi dalam tiga gelombang masif: 74 kontainer (awal Oktober), 242 kontainer (akhir Oktober), dan meledak menjadi 759 kontainer pada akhir November 2025. Dari 74 kontainer pertama, 18 di antaranya telah dipastikan mengandung B3.


"Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruly Sah Rizal, adalah orang perdagangan yang pasti paham regulasi. Mustahil dia tidak tahu bahwa tiga perusahaan pemohon—PT. Logam Internasional Jaya, PT. Esun Internasional Utama Indonesia, dan PT. Batam Battery Recycle Industry—adalah pengelola limbah. Jadi, yang diimpor pasti limbah. Ini bukan salah asas, ini salah kaprah yang disengaja," tegas Cak Ta'in, Sabtu (29/11).


Ia mengingatkan bahwa impor limbah jelas dilarang dan diatur dalam UU No.32/2009 Pasal 106, dengan ancaman pidana penjara 5-15 tahun dan denda miliaran rupiah. "Ini pelanggaran hukum yang nyata, bukan sekadar kebijakan yang konyol," tambahnya.


Cak Ta'in membeberkan bukti tak terbantahkan: hasil pemeriksaan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengonfirmasi limbah tersebut berkode A107d (limbah elektronik) dan A108d (limbah terkontaminasi B3), yang mengandung logam berat berbahaya seperti timbal, merkuri, arsenik, dan kadmium. Zat-zat ini dapat memicu gangguan saraf, kanker, hingga kerusakan organ vital.


"Recycle apa yang bisa mereka lakukan? Ini hanya memisahkan logam dan non-logam. Ngapain impor sampah dari luar negeri kalau sampah dalam negeri saja menumpuk?" sindirnya.


Ia juga mengkritik keras lemahnya infrastruktur keamanan. Pelabuhan Batu Ampar tidak dilengkapi X-ray kontainer, membuatnya rentan menjadi pintu masuk barang terlarang. "Apa kita harus tunggu tragedi Cikande terulang di Batam? Jakarta saja yang punya X-ray bisa kecolongan, apalagi Batam!" serunya.


Cak Ta'in menuntut BP Batam untuk transparan penuh membuka semua informasi terkait tiga perusahaan importir kepada publik. "Kasus ini tidak boleh ditutup-tutupi. Siapa pun yang terlibat, dari level mana pun, harus disikat! Batam sudah kecolongan bahan radioaktif tahun 2014-2015. Jangan biarkan sejarah kelam terulang," tandasnya menegaskan.


Editor red/tim/rilis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar