Anaknya Dituduh Mencuri HP dan Digebuki di Massage Mitra Mall, Orangtua Buat Laporan Balik - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Jumat, 09 Oktober 2020

Anaknya Dituduh Mencuri HP dan Digebuki di Massage Mitra Mall, Orangtua Buat Laporan Balik


BATAM - Ahmad Daud, orangtua dari Wawan yang dituduh maling HP di Massage Dewi Amor Mitra Mall (Selasa,6/10/2020) lalu, tidak terima anaknya dituduh dan digebuki pihak sipil lalu diserahkan ke Polsek Batu Aji. Atas kejadian tersebut, Ahmad Daud sudah membuat laporan balik atas apa yang menimpa anaknya tersebut.


Ahmad Daud menyampaikan ada beberapa poin keberatannya atau tidak terimanya atas kejadian itu. Pasalnya, setelah menemui dan meminta keterangan dari anaknya Wawan di Mapolsek Batu Aji, Ia yakin bahwa anaknya tidak bersalah seperti yang dituduhkan Nurul dan Rina selaku pekerja massage Dewi Amor yang berdomisi Kawasan Mitra Mall.


"Pertama : anak saya sudah dituduh maling, padahal dia tidak maling. Kedua : Saya tidak terima anak saya digebuki, sehingga mukanya hancur, tulang iganya keseleo. Dan yang ketiga : Saya selaku orang tua, langsung membuat pengaduan balik kepada pelaku yang membuat anak saya seperti itu," Ujar Daud, selaku orangtua Wawan, Jumat (9/10/2020) sore, didampingi Andi Ponakan Daud, di salah satu warung kopi dikawasan Simpang Bascamd, sekaligus memberikan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya.


Dijelaskannya, laporan pengaduan itu dilakukannya karena anaknya mengalami pemukulan saat kejadian dari orang-orang sipil yang ada dilokasi massage tersebut.


"Saya sudah buat laporan balik, Kamis(8/10/2020) kemarin. Saya tidak terima atas tuduhan itu, dan pemukulan yang terjadi. Sedangkan yang berwajib saja tidak berhak untuk melakukan pemukulan pada saya, apalagi yang sipil." Jelasnya.


Menurutnya, pihaknya selaku keluarga sudah berupaya mendatangi massage Dewi Amor untuk berdamai secara kekeluargaan. Akan tetapi pihak massage terkesan bertele-tele untuk melakukan perdamaian itu.


"Niat baik kami mau berdamai ada, tapi dari pihak korban awalnya mau menerima. Akan tetapi setelah keesokan harinya, pertemuan di Polsek Batu Aji, mereka bertele-tele dengan mengatakan 'Saya mau menandatangani surat itu, asal HP Nurul dan Rani, kamu keluarkan.' Mereka selalu mendesak kami, dan setelah kita bertanya pada Polisi, dan jawabnya tidak bisa," pungkasnya.


Editor redaksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar