Korban PHK PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Demo di Jakarta - BURUH TODAY


Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 02 Agustus 2018

Korban PHK PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Demo di Jakarta

foto : Istimewah/net.
JAKARTA - Ratusan buruh korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Freeport Indonesia mendatangi kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, untuk melakukan audiensi dengan PP Muhammadiyah terkait perjuangan mereka menolak PHK sepihak yang dilakukan perusahaan tambang tersebut, kemarin.

Para buruh itu menegaskan bahwa mereka adalah pekerja PT Freeport yang telah bekerja puluhan tahun.

"Tri Puspital sebagai pembicara adalah karyawan PT Freeport Indonesia divisi concentrating, Julius Mairuhu yang melakukan orasi adalah karyawan PT Freeport Indonesia divisi mine maintenance, Marten Mote adalah karyawan PT Freeport Indonesia divisi underground production," kata perwakilan peserta aksi Dedy Muchlis, Rabu (1/8/2018).

Hal tersebut disampaikan sebagai penegasan bahwa mereka adalah pegawai di PT Freeport yang berhak mendapat perlindungan ketenagakerjaan sebagaimana tertuang dalam undang-undang.

Mereka menggelar aksi lengkap dengan membawa spanduk-spanduk yang berisi keluh kesah mereka. Beberapa spanduk bertuliskan menuntut keadilan sampai penolakan PHK pun dibentangkan dalam bentuk dan huruf cetakan yang besar.

Sebanyak 100 orang yang menggelar aksi kemarin merupakan bagian dari 8.000 karyawan yang menggelar aksi solidaritas atas PHK yang menimpa rekan-rekan mereka.

Merespons aksi tersebut, pihak PT Freeport Indonesia pun memberikan penjelasan bahwa para pekerja yang telah merasa di-PHK sepihak untuk bisa kembali bekerja.

"Atas masukan dari Pemerintah dan melalui kesepakatan dengan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja, dan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan pada tanggal 21 Desember 2017, perusahaan sepakat untuk memberikan tambahan kebijakan kepada para eks pekerja, salah satunya adalah diberikannya kesempatan untuk melamar posisi-posisi yang lowong," VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama dihubungi terpisah. 

Sumber : Detikfinance

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot