8 Perusahaan di Kepri Segera di Audit - BURUH TODAY

Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 29 Maret 2018

8 Perusahaan di Kepri Segera di Audit

BATAM - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan mengaudit delapan perusahaan limbah di Provinsi Kepulauan Riau. Audit lingkungan dan investigasi tentang tumpahan minyak ini akan dilaksanakan pada 3-6 April mendatang.

“Auditnya diadakan di Batam. Karena enam perusahaannya ada di Batam. Dua perusahaan di Karimun,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie di Kantor Walikota Batam, Selasa (27/3).

Tim auditor merupakan gabungan beberapa instansi pemerintah. Seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Lemigas, DLH Provinsi Kepulauan Riau, DLH Kota Batam, dan DLH Kabupaten Karimun.

Tumpahan minyak di laut merupakan masalah yang selalu hantui perairan Batam setiap tahun. Terutama ketika memasuki musim angin utara yang membawa limbah minyak ke pantai.

Seperti beberapa waktu lalu terjadi di pantai Nongsa. Limbah minyak ini mengotori kawasan wisata sanggraloka di kawasan tersebut. Berdasarkan analisa, limbah minyak ini dibuang di perairan luar Indonesia. Namun terbawa arus sampai ke Kepri.

“Ini jadi langganan, musibah tahunan untuk Batam, Bintan, dan sekitarnya,” ujar pria yang sebelum ini memimpin Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan tersebut.

Herman mengatakan dalam upaya meminimalisir pengrusakan lingkungan, ke depannya akan ada sanksi tambahan bagi pelaku. Tak hanya sanksi hukum, tapi juga perbaikan lingkungan.

“Setiap kerusakan lingkungan bukan hanya dihukum tapi diperbaiki dulu,” kata dia.

Selain awasi pencemaran laut, DLH juga akan menindak pengrusakan lingkungan di darat. Prioritas utamanya adalah menghentikan sementara kegiatan pemotongan lahan atau cut and fill. Khususnya untuk cut and fill yang belum memiliki rencana pembangunan.

“Jadi jangan cuma potong tapi tidak dibangun. Itu bisa sebabkan banjir,” kata mantan Camat Lubukbaja ini.

Semnetara itu, Kapal Tangker MT Mars GT 1999 berbendera Mongolia yang bermuatan limbah B3 Sludge Oil, tangkapan kapal patroli Polairud diperairan Kepri , belum mendapat izin DLH Batam.Senin (05/03/18) lalu.

Awak media yang ingin melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan, dihadang oleh pihak pengamanan perusahaan yang menjaga pintu masuk Sekupang Logistics. Kawasan Berikat PT Sekupang Makmur Abadi, lokasi PT. Batam Slop & Sludge Treatment Centre.

“Tunggu sebentar ya, biar koordinasi dulu dengan pihak manajemen perusahaan. Saya telpon dulu,” ujarnya kepada awak media, Selasa (13/03/18).

Seteleh menunggu cukup lama, jawaban dari pihak perusahaan malah memilih tak menemui awak media. Menurut security, manajemen perusahaan tak ingin menemui wartawan.

“Kata pihak perusahaan, tidak bisa dijumpai,” ujar security yang jaga.

Sementara menurut informasi yang didapat dari salah seorang pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan, sebelum limbah B3 Sludge Oil dibawa ke Batam, pihak perusahaan PT BSSTEC Sekupang sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup kota Batam.

“Udah datang ke kita (DLH), melaporkan, untuk melengkapi proses dokumen pengangkutan. Mereka tidak berani mengangkutnya, karena dokumennya belum lengkap,” ujar pihak DLH.

DLH mengaku heran karena proses pengurusan dokumen masih berjalan, tapi pihak perusahaan sudah melakukan pengangkutan limbah B3.

“Dokumenya belum lengkap, mereka sudah jalan,” tambahnya.

Pantauan dilokasi, kapal tangker pengangkut limbah tersebut, masih bersandar dipelabuhan kawasan berikat Sekupang, dengan segel police line.

Sebelumnya, Diduga membawa limbah Sludge Oil sebuah kapal tanker MT Mars GT 1999 berbendera mongolia diamankan kapal patroli Polairud diperairan Kepri Khususnya Batam.Senin(05/03) lalu.

Informasi lapangan, kapal tangker yang diduga membawa limbah dari Tanjung Pelepas Malaysia tujuan PT BT Batam , sedangkan limbah dimasukkan dalam karung goni dan kapal dinahkodai SK warga negara Myanmar dan juru mudi AM wna Myanmar.

“Kabarnya diamankan tiga hari lalu, dan diboyong darmaga di Batam,” ujar salah seorang sumber emggan dipublis. Kamis(08/03).

Lebih kurang 200 karung limbah diamankan dari tanker tersebut , dimana perkarung diprrkirakan seberat 20 kilogram.

Sedangkan kapal Tanker Mars GT 1999 dan 200 karung sudah garis polisi dan sampai berita diunggah, awak media belum berhasil mengkonfirmasi pihak yang berwenang.(red/mcb).rasio.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot