Korban PHK PT PP Lonsum Unjuk Rasa Minta Keadilan ke Pemerintah Bulukumba - BURUH TODAY


Post Top Ad

Your Ad Spot

Kamis, 04 Mei 2017

Korban PHK PT PP Lonsum Unjuk Rasa Minta Keadilan ke Pemerintah Bulukumba

BULUKUMBA - Ratusan buruh PT PP London Sumatera (Lonsum) Tbk melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Lonsum, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kantor DPRD dan Kantor Bupati Bulukumba. Hal itu dilakukan untuk meminta keadilan dan bantuan atas kesewenag-wenangan yang dilakukan manajemen perusahaan terhadap mereka.

Salah satu karyawan yang di PHK Haris Haru, mengatakan aksi mereka lakukan bukan karena tak terima di-PHK, namun karena keswenang-wenangan PT Lonsum.

“Kami ini tidak tau apa salah apa, sehingga langsung di PHK. Kalau alasannya karena tidak produktif bekerja, maka itu alasan yang mengada-ada karena selama ini kami memperlihatkan kerja yang baik. Kalaupun menganggap kami tidak produktif maka harusnya perusahaan mengeluarkan peringatan berupa teguran SP-1 sampi SP-3, tidak langsung di-PHK dengan tiba-tiba. Kebijakan perusahaan terkesan sangat diluar dugaan, apalagi secara omset PT Lonsum juga tidak pernah mengalami penurunan,” ujar Haris, Kamis (4/5/2017).

Hal senada juga disampaikan rekannya Haris, Nasir Lampe mengatakan kejanggalan tak hanya itu saja. Ia mengaku menemukan kejanggalan melalui surat pernyataan kesepakatan yang isinya surat seakan-akan dibuat karyawan padahal itu langsung dari perusahaan.

“Jadi kami tinggal tanda tangan saja. Saat disuruh menandatangani surat itu, sebenarnya saya sempat melakukan protes. Tapi bukannya memberi penjelasan, pihak perusahaan malah balik mengancam, kalau tidak mau tanda tangan maka tidak ada pesangon, kami langsung keluar saja. Karena keadaan saat itu, saya melakukan tanda-tangan karena ancaman itu,” ungkap Nasir.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bulukumba, Abd. Rahman saat menerima para buruh yang melakukan unjuk rasa berjanji siap mempertemukan pihak perusahaan PT PP Lonsum dengan karyawa yang di PHK. Pertemuan itu untuk saling memberikan keterangannya masing-masing.

"Sebelumnya saat diminta untuk berdiskusi oleh para karyawan, PT Lonsum menolak." katanya.

red/ sumber : Jurnalpost

Post Top Ad

Your Ad Spot