Home » » Apel Pertama Kerja, Ribuan PNS DKI Jakarta "Mangkir" dan Terancam Sanksi

Apel Pertama Kerja, Ribuan PNS DKI Jakarta "Mangkir" dan Terancam Sanksi

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Selasa, 12 Juli 2016

JAKARTA - Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Lebaran Idhul Fitri, sekitar 6.072) Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI  Jakarta tidak hadir kerja. Sedangkan pegawai yang terlambat sebanyak 1.733 orang, dan tepat waktu 32.108 orang dari jumlah keseluruhan 39.913 pegawai, Senin (11/7/2016).


Hal itu diketahui setelah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta melakukan pendataan kepegawaian diseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 


Bahkan, untuk melihat langsung kondisi kehadiran PNS, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga sempat melakukan inspeksi mendadak ke beberapa ruang kerja di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.


Pantauan dilapangan (Warta Kota), Djarot mulai melakukan sidak pertama ke ruang bagian umum Kesekretariatan Dewan, di Gedung DPRD, sekira pukul 12.00. 


Djarot didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Agus Suradika, Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi, dan Kepala Biro Umum DKI Jakarta Agustino Dharmawan. Saat itu ia mendapatkan laporan bahwa terdapat lima orang yang tidak hadir.


Namun, Ahok menduga adanya oknum pegawai yang mengakali untuk bisa berlibur dengan menggunakan alasan sakit. PNS itu tercatat tidak bisa masuk hingga 12 Juli 2016. Djarot yang curiga pun meminta BKD untuk memanggil PNS itu secara khusus.


"Lah, iki aku enggak percoyo iki. Sakitnya dipaskan sampai tanggal 12 dari Semarang lagi. Ini kok sakit terencana. Itu mungkin sakit plus bolos, tolong dipanggil khusus ini. Aku nggak percoyo iki," tegas Djarot.


Kemudian Djarot melanjutkan sidak ke lantai 6 blok G, ruangan Biro Umum. Di ruangan itu, ruangan cukup sepi pegawai karena memang sedang dalam jam istirahat. Lalu Djarot melanjutkan ke lantai 20 ruangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Hal sama juga tampak di ruangan tersebut. Pegawai tampak sepi.


"Masih banyak yang kosong pak. Banyak yang sedang salat di bawah pak," kata salah satu pegawai BKD.


"Iyooo, tahuu...saya tahuuu," kata Djarot.


Menurut Djarot, pihaknya sampai saat ini data kehadiran yang diterima masih sebatas sementara. Namun, ia menilai bahwa kehadiran PNS DKI tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.


Catatan yang tidak hadir menurut Djarot memang terbilang banyak. Pasalnya, saa ini masih banyak mesin absen dalam kondisi offline.


"Kalau dilihat datanya memang banyak yang tidak hadir. Tapi ini kan ini data sementara. Karen masih banyak mesin yang offline. Akibatnya, banyak PNS yang melaporkan secara manual. Jadi belum tentu sebanyak 6.072 PNS itu nggak masuk kerja. Bisa saja masuk, tetapi tidak tercatat, karena sistem mesin absennya sedang offline," katanya.

Namun, dengan tegas Djarot mengatakan, bahwa pihaknya tetap akan memberlakukan sanksi dengan pemotongan Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD), baik yang tidak hadir maupun telat.


(Sumber Warta kota.com)
Share this post :

Facebook Comments