Home » » Sejumlah karyawan PT Tjokro Bersaudara Mendapat Diskriminasi Kerja dari Managemen

Sejumlah karyawan PT Tjokro Bersaudara Mendapat Diskriminasi Kerja dari Managemen

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 11 Juli 2015

Batam,Buruhtoday.com –  Sebanyak 20 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia(SPSI) PT Tjokro Bersuadara Batuampar,Batam merasa kecewa dengan menegamen perusahaan yang mengeluarkan surat edaran yang menurut buruh bentuk diskriminasi kerja. Pasalnya surat edaran tersebut tidak sesuai dengan fakta dilapangan, karena pekerjaan yang biasa dikerjakan mereka  selama bertahun-tahun sama sekali tidak ada berkurang.

“Pekerjaan banyak Bang, Kami  tidak tau kenapa perusahaan mengeluarkan surat edaran pengurangan karyawan.” Kata Syaril yang juga salah salah satu pengurus serikat PUK SPSI  PT Tjokro Bersaudara, Sabtu(11/7/2015) dikantor DPC SPSI Batam center.

Menurut Dia,  Perusahaan tempatnya bekerja itu sama sekali tidak ada mengalami sepi proyek seperti yang  diumumkan  melalui surat edaran tertanggal 7 July 2015 lalu. Dirinya juga mengaku kalau masalah produksi perusahaan berkurang atau pun bertambah selama bekerja seluruh karyawan tidak tau, dan tiba-tiba saja managamen mengeluarkan pengumuman.

“Ya kami merasa terkejut dengan pengumuman itu, sementara pekerjaan yang setiap harinya kami  kerjakan sama sekali tidak ada berkurang dan biasa saja.” Jelasnya, 

Syaril juga menegaskan bahwa seluruh pengurus dan anggota PUK SPSI di dalam perusahaan menolak keras keputusan managemen yang terkesan sepihak untuk merumahkan karyawan, karena hal itu sudah sangat merugikan bagi karyawan.

Dan kalau rencananya, bila pihak managemen tetap pada keputusananya ,maka pihaknya selaku pengurus serikat didalam perusahaan akan mengadakan aksi demo kepada managamen perusahaan.

“Yang jelasnya kami tidak terima dengan surat edaran itu, dan setelah lebaran kami akan melakukan aksi demo keperusahaan sebagai bentuk penolakan dari kebijakan manageman.” Tegasnya.

Hingga berita ini diunggah, pihak manageman PT Cokro melalui Hrd Dewi Saraswati belum dapat dimintai keterangan terkait masalah yang terjadi. (don/ginting).  
Share this post :

Facebook Comments