Home » » Bulan Ramadhan Pemerintah Mengurangi Jam Kerja PNS, Ini Kata Masyarakat

Bulan Ramadhan Pemerintah Mengurangi Jam Kerja PNS, Ini Kata Masyarakat

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 07 Juni 2015

Jam kerja PNS dikurangi, Jam kerja Buruh bagaimana ?

Buruhtoday.com - Pemerintah melakukan pemotongan jam kerja pada Pegawai Negeri Sipil(PNS), atas tindakan tersebut, berbagai kritikan dan pendapat masyarakat pun terlontar, ada masyarakat yang mendukung dan ada juga yang tidak setuju dengan diberlakukannya pengurangan jam kerja PNS tersebut.

Ini Pendapat Masyarakat : 

Mei Mei Nasution Rabiatun mengingatkan, PNS kan juga manusia. Bukan hanya PNS, pegawai swasta juga (dikurangi jam kerjanya -red) kok. Lagian, sesama umat Muslim pastilah tahu kalau puasa itu bulan penuh berkah, bulan penuh ibadah. Pengurangan jam kerja kan dimanfaatkan buat ibadah, bukan malas- malasan.

"Dulu saya sebelum PNS juga kerja di klinik. Waktu puasa jam kerja saya dikurangi banget," ungkap Mei Mei Nasution Rabiatun.

Kata Irwan Daulay, lebih nikmat menjadi pengusaha, dapat memaksimalkan pendapatan tanpa harus melakukan penyimpangan. Di bulan puasa pengusaha bahkan dapat menambah jam berusahanya sehingga semakin kaya-raya. Akhirnya zakat pun semakin banyak, dan Ramadhan semakin bermakna.

"Apapun profesinya harus disyukuri. Puncak kenikmatan adalah rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada Sang Khalik," papar Irwan Daulay.

Hasian Sidabutar bilang tidak ada masalah dengan pengurangan jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama bulan Ramadhan. Yang terpenting para PNS mengerjakan bagiannya dengan maksimal. Juga, mereka tidak boleh menjadikan "puasa" sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

"Atau, menunda waktu dan meliburkan diri. Semoga pemerintahan tetap maksimal walaupun jam kerja berkurang. Terimakasih," kata Hasian Sidabutar.

Askar Marlindo berujar sungguh enaknya ya menjadi seorang PNS selama bulan Ramadhan. Yup! Ramadhan membawa berkah dengan membuat sekolah dan kerja menjadi enak. Tetapi diharapkan hal itu tidak mengurangi kualitas belajar dan bekerja.

Dengan demikian puasa tidak dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, melainkan untuk semakin menguji iman kita. Bagaimana dengan Anda? Benarkah ketika Ramadhan belajar dan bekerja tetap semangat? 

"Salam tetap semangat selama bulan Ramadhan. "Salam es cendol dan kolak pisang, he...he..," canda Askar Malindo.

Ijal Langsa justru tidak setuju. Alasannya, kurang enak apalagi PNS dengan kerja sekarang di mana hari Sabtu dan Minggu libur. Kok malah dikurangi lagi jam kerja selama puasa. Enak tenanlah. Akan terjadi pelayanan terhadap masyarakat akan berkurang. Lantas, bagaimana terhadap buruh dan karyawan swasta?

Harus adil dong pemerintah. Pemerintah selalu salah dalam perencanaan kerja PNS, makanya selalu terjadi korupsi waktu di lingkungn PNS. Buruh yang selalu mati-matian kerja, tapi tidak ada kesejahteran terhadap buruh.

"Mending enggak usah ada PNS, biar buruh saja yang kerja semua, he...he...," sindir Ijal Langsa.

Dharma Kelana Putra melihat untuk jam kerja, itu persoalan administratif. Dalam pelaksanaannya, PNS pulang kerja saat Ramadhan itu tergantung kebijakan pimpinan, loading pekerjaan dan integritas personal. Kalau loading pekerjaan tinghttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1896301802830389643#editor/target=post;postID=5918507147517566219gi, tidak mungkin pimpinan memerbolehkan pegawainya pulang tepat waktu.

Ada juga PNS yang loyal meski jam kerja sudah selesai, tapi masih tetap melayani." PNS ini juga manusia. Ada yang baik, ada yang jahat. Ada yang rajin, ada juga yang malas. PNS kita mencerminkan masyarakat kita. "Hari ini saya lihat banyak yang menghujat profesi PNS," kata Dharma Kelana Putra.

"Tetapi setiap tahun mereka yang menghujat berbondong-bondong mengikuti seleksi PNS, TNI, dan Polri."Apakah ini bukti mereka menghujat karena iri kemampuan intelektualnya tidak mampu mengantarkannya lulus jadi PNS? Who knows, he...he...," ejek Dharma Kelana Putra.

(Sumber Medanbisnis.com)
Share this post :

Facebook Comments