Home » » Dinilai Tak Pedulikan Mahasiswa, Ratusan Calon Dokter Unjuk Rasa Didepan Fakultas Kedokteran Uniba

Dinilai Tak Pedulikan Mahasiswa, Ratusan Calon Dokter Unjuk Rasa Didepan Fakultas Kedokteran Uniba

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 07 Mei 2015

Batam,Buruhtoday.com - Ratusan mahasiswa kedokteran Universitas Batam (UNIBA) melakukan aksi unjuk rasa didepan fakultas kedokteran Uniba yang beralamat di Batam Center, Aksi tersebut merupakan buntut dari kekecewaan mereka pada managemen yayasan yang lalai dan tidak perduli terhadap kualitas pendidikan mahasiswa/i di fakultas kedokteran,Kamis(07/05/2015).

Aksi ratusan mahasiswa ini bermula dari permasalahan 34 mahasiswa/i kedokteran Uniba yang tengah menjalani Coas sebagai syarat kelulusan di RSUD Embung Fatima Batu Aji, ‘diusir’ dan tidak diperkenankan melanjutkan Coas di rumah sakit plat merah itu. 

Surat dari Direktur RSUD Embung Fatimah drg. Fadillah Malarangan mengungkapkan bahwa kewajiban Uniba untuk membayar institutional fee ke RSUD Embung Fatima tidak lagi dilaksanakan ditahun kedua  coas mahasiswa angkatan 2010 itu.

Salah satu mahasiswa, Rio (nama samaran) yang mengikuti aksi unjuk rasa tersebut mengatakan tahun pertama pihak yayasan Unkba masih membanyar institutional fee pada RSUD Embung Fatimah sebesar 100 juta rupiah. Namun pada tahun ke dua Coas yang dilakukan mahasiswa, yayasan Uniba tidak lagi membanyar tanpa ada penjelasan ke pihak RSUD ataupun pada mahasiswa yang menjalani Coas.

"Yayasan tidak membanyar institutional pada RSUD, sehingga teman-teman di usir dari sana saat mau Coas."ujarnya.

Menurutnya pihak yayasan Uniba tidak memperhatikan mahasiswanya, sehingga terjadi pengusiran pada teman-temannya saat akan mengikuti Coas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batu Aji.

"Managemen yayasan harus bertanggungjawab atas nasib mahasiswa fakultas kedokteran nantinya apabila sampai tidak lulus saat mengikuti ujian." tegasnya. 

Sementara diketahui institutional fee sebesar 100 juta pertahun tersebut merupakan  sudah menjadi kesepakatan dalam MOU antara pihak yayasan Uniba dengan pihak RSUD Embung Fatimah sebagai tempat pelaksanaan Coas para mahasiswa kedokteran.

Adapun pertemuan antara mahasiswa dengan pihak yayasan Uniba sebelumnya belum memberikan hasil yang baik tentang kejelasan kelanjutan Coas mahasiswa di Embung Fatima. mulai Rektor, pembantu Rektor, Dekan hingga bagian akademik hanya mampu pasrah terhadap kejadian tersebut. Mereka beralasan bahwa otoritas sepenuhnya ada ditangan Ketua Yayasan Uniba yakni Rusli Bintang.

Hingga berita ini dimuat, pihak yayasan Uniba baik managenen ataupun ketua yayasan, Rusli Bintang belum dapat dimintai keterangan. dan aksi untuk rasa ratusan mahasiswa tersebut yang dilakukan sejak pagi sampai sore hari pukul 2.30 Wib masih berlangsung.(red/Amok)
Share this post :

Facebook Comments