Home » » HUT Ke 15 tahun, F-SPMI Unjuk Rasa Ke Kantor BPJS Kesehatan Dan Pemko Batam

HUT Ke 15 tahun, F-SPMI Unjuk Rasa Ke Kantor BPJS Kesehatan Dan Pemko Batam

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 13 Februari 2014

Batam,Buruhtoday – Memperingati hari ulang tahun yang ke 15, ratusan buruh dengan berseragam hitam merah bertulisan Garda Metal yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (F-SPMI) melakukan unjuk rasa ke kantor BPJS Kesehatan dan Gedung Wali Kota Batam.(12/2).

Mereka melakukan aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk keprihatinan pekerja/buruh terhadap minimnya pegawai yang bertugas melayani masyarakat yang melakukan pendaftaran ingin mendapatkan kartu BPJS dikantor BPJS Kesehatan cabang Batam yang berlamat di Ruko Kara Juntion, simpang kara (batam center).

Prapto selaku kordinator aksi dalam menyampaikan orasinya di depan kantor BPJS Kesehatan mengatakan, kalau BPJS Batam mengalami kekurangan tenaga kerja (pegawai), sebaiknya diminta kepada Kementrian Kesehatan. Karena hingga saat ini pelayanan dikantor BPJS Batam masih kurang begitu maksimal.

Dana sebesar Rp 3 triliun yang telah dianggarkan untuk kesehatan seluruh rakyat Indonesia harus dikeluarkan. Dan jangan ada lagi Rumah sakit yang menolak pekerja atau buruh kalau sakit, katanya.

Prapto mengungkapkan, FSPMI selalu melakukan pantuan dan mempertanyakan sistem Indonesia Case Based Groups (INA CBGs). Karena sistem tersebut, akan membuat rumah sakit ataupun klinik tidak melayani dengan sepenuh hati. BPJS menetapkan program pasien harus bayar. Kami minta seluruh penyakit tanpa biaya.pihaknya berjanji akan terus melakukan pengawalan terhadap kesehatan masyarakat.karena Menurutnya BPJS harus memiliki gedung sendiri, sehingga untuk  melakukan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan semaksimal mungkin.tuturnya.

Para buruh ini sangat mendukung atas dibentuknya BPJS.karena menurut mereka program yang diberikan sangat membantu pekerja/buruh dan juga masyarakat yang kurang mampu,FSPMI juga berjanji,  jika ada pegawai BPJS melakukan penyelewengan akan tetap dikritik serta dimintanya  untuk diganti,dan mereka juga sangat menyesalkan lambatnya Pemko Batam menyerahkan data-data masyarakat yang menggunakan SKTM ke BPJS.

Kepala BPJS Cabang Batam, Fahrur Rozi menanggapi aspirasi yang disampaikan serikat pekerja/buruh FSPMI tersebut, apa yang disampaikan para buruh merupakan masukan baginya. Kami Bangga para teman-teman Buruh sangat mendukung,dan hal ini merupakan masukan pertama bagi kami dari serikat pekerja.katanya.

Namun, saat ditanya mengenai INA CBGs, Fahrur mengungkapkan ada beberapa dari rumah sakit yang sudah terbiasa dengan sisti tersebut. Contohnya RSUD dan RSOB. Menurutnya, INA CBGs adalah harga obat yang diberikan rata-rata dibawah tarfi umum,

Dirinya juga menjelaskan, setiap hari pihaknya mencetak kartu BPJS sampai 600 lembar, dan sampai saat ini terhitung dari januari 2014 kartu yang sudah diberikan kepada peserta sebanyak 8 ribu kartu BPJS.

Terkait dengan penyakit kronis, hal ini akan kita sampaikan ke pusat,karena yang memutuskan itu adalah pusat.dan nantinya kita akan mengundang pihak dari rumah sakit untuk membahas tarif tersebut.ucapnya.

Fatur juga mengakui lemahnya sosialisai yang dilakukan kepada masyarakat, hal tersebut dikarenakan minimnya pegawai BPJS Kesehatan Batam, pegawai kita hanya 25 orang saja dan itu sudah yang dikantor dan rumah sakit. Nanti regional 2 yang meliputi riau,kepri dan jambi akan melakukan penambahan 150 pegawai. Disinilah kita mengaharapkan ada penambahan pegawai 10-15 orang.

Pihaknya juga akan meluangkan waktu apabila perangkat RT,RW atau pun pengajian-pengajian yang mau mengundang tim BPJS untuk melakukan sosialisasi. Pasalnya, dengan jumlah pegawai yang minim, BPJS Batam kesulitan untuk melakukan sosialisasi. Tutupnya.

Usai menyampaikan aspirasinya didepan kantor BPJS Kesehatan, lalu para buruh tersebut melanjutkan perjalanan menuju kantor Wali Kota Batam dengan berjalan kaki tanpa menghiraukan panasnya terik matahari.


Redaksi.


Share this post :

Facebook Comments