Home » » Akibat Pemberitaan ,Aktifis lingkungan Hidup Ancam Keselamatan Wartawan .

Akibat Pemberitaan ,Aktifis lingkungan Hidup Ancam Keselamatan Wartawan .

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 14 Oktober 2013




Muklis :” Saya lagi tensi

Batam ,Buruh Today- Salah seorang Wartawan Media Bongkar News Pada bebarapa  Media di Batam sabtu 12/10, memperdengarkan rekaman percakapannya dengan salah seorang Aktivis Linkungan yang bermukim di Batam yang menurutnya telah mencemaskan keselamatanya,sebab dalam rekaman yang di putarnya di hadapan para Media,  terdengar nada Ancaman dari sang aktivis beserta diiringi kata-kata yang tidak pantas di ucapkan.

Menurut Waratawan Bongkar News, Herman (30) mengaku sering di intervensi oleh aktivis lingkungan hidup tersebut apabila  saat melakukan konfirmasi via hanphone.bahkan ia mengaku,disaat confirmasi masalah limbah di PT Jutam Readimik beberapa waktu lalu,sang aktivis juga pernah membentak dengan melakukan  pukul meja.

Muklis Nama  sang aktivis lingkungan hidup itu diduga telah melakukan Bek-up terhadap PT Jutam Readimik,dimana selama ini diduga Perusahaan itu telah membuang limbah kesembarag tempat terutama kelaut yang ada di sekitar tempat itu.

Setelah media ini meminta tanggapan  dari sang Aktivis, Muklis mengaku karena lagi emosi lagi,Ia juga mengatakan,bahwa dirinya tengah menderita penyakit darah tinggi yang tensi mencapai 120 tensimeter atau   120 mmHg.

Saya lagi tensi,tensi saya lagi 120,laginya dia (Herman) sudah membuat laporan ke Bapedal,untuk apa tanya ke saya lagi,tanya saja Pihak Bapedal, “ Jelas Muklis  Via hanphonenya pada media ini.

Dan menurut Herman,sebagai Wartawan ,dirinya saat ini merasa terancam atas apa yang telah di katakan oleh   Muklis terhadapnya,ia juga mengatakan melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian,dimana selama ini Muklis di nilianya telah  menghanlang-menghangi tugas jurnalistik  sebagaimana tertuang dalam UUD Republik Indonesia  No 40 tentang PERS,tahun 1999. 

Bahkan Herman juga  mengatakan ,akan menyimpan semua rekaman Suara dan  Visual  sebagai bukti Autententik dari permasalahan ini.

( Edit –Agus Budi )
Share this post :

Facebook Comments