PPKM Membuat Pelaku Usaha Pembelanjaan 'Mal' Rugi Miliaran Rupiah - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com

Post Top Ad

Kamis, 14 Januari 2021

PPKM Membuat Pelaku Usaha Pembelanjaan 'Mal' Rugi Miliaran Rupiah


BURUHTODAY.COM - Pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pencegahan penyebaran Covid-19 membuat pelaku usaha pusat perbelanjaan rugi besar. Pembatasan operasional mal hingga pukul 20.00 WIB di Kota Malang membuat pengelola mal harus memutar otak untuk menutupi biaya operasional tanpa harus melakukan efisiensi karyawan.


Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang raya Suwanto mengakui, ada keluhan kerugian yang dialami para pengelola mal di tengah penerapan PPKM di Malang raya, meski baru memasuki hari ketiga. Namun Suwanto belum dapat menyebut berapa nominalnya mengingat PPKM baru berjalan hari ketiga dan belum mendapat laporan dari anggotanya.


"Kami belum bisa menghitung kerugian itu, yang pasti kalau kami kumpulkan setiap malnya bisa ratusan (juta), bahkan sampai miliaran Rupiah pastinya," keluh Suwanto saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia pada Rabu (13/1/2021).


Sejumlah hal yang jadi titik kerugian lanjut Suwanto, yakni pada beban operasional dan penangguhan biaya sewa gerai. Mengingat ada beberapa gerai di mal yang tak mencapai target penjualan sehingga harus mengajukan keringanan sewa.


"Sementara ini belum bisa diukur hanya 2 hari, karena secara bisnis ini belum bisa diukur dalam 2 hari, cuma sudah ngeluh berat operasional dan beberapa ada pengajuan keringanan sewa dan servisnya segala macam," ungkap Suwanto kembali.


Namun diakui Suwanto belum ada laporan penutupan gerai - gerai dan efisiensi karyawan selama pemberlakuan PPKM hingga hari ketiga. Meski demikian, pihaknya harus cermat dan efisien dalam menghitung pengeluaran operasional.


"Mereka sudah melakukan pengajuan keringanan sewa, artinya memang secara bisnis tetap jalan, tapi sampai detik ini belum ada pentupan. (Kalau untuk efisiensi karyawan) Kami masih mencoba mengutak-atik jangan sampai ada pengurangan," tandasnya.


Sumber artikel https://economy.okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar