Home » » Hasil Inspek TKA di PT Siemens Fabrication Yard, Ini Kata Imigrasi Batam

Hasil Inspek TKA di PT Siemens Fabrication Yard, Ini Kata Imigrasi Batam

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Jumat, 29 April 2016

Batam,Buruhtoday.com - Hasil sidak Imigrasi Batam terkait dugaan keberadaan TKA yang tidak memiliki izin pada minggu lalu di PT Siement Batu Ampar. Salah satu TKA warga negara India memiliki identitas ganda.

Kepala Seksi Penindakan Keimigrasian (Kasi Dakim) Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Oky Rizky Mubarok mengatakan, ada salah satu Tenaga Kerja Asing(TKA) PT Siemens Fabrication Yard yang memiliki identitas ganda setelah dilakukan inspeksi mendadak beberapa hari lalu.

“Iya, ternyata dua nama itu hanya satu orang saja, TKA asal India bernama KM, kalau yang lain saya lupa,” ujarnya kepada AMOK Group, Jumat(29/4/2016).

Meski demikian, Oki mengatakan bahwa TKA yang bekerja di PT Siemens Fabrication Yard sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas(KITAS) yang dikeluarkan Imigrasi.

“Kalau yang keluarkan KITAS nya kita, termasuk 48 TKA itu. Sudah sesuai perizinannya,” jelasnya.

Oki juga mengatakan Imigrasi Batam memiliki data-data TKA yang bekerja di PT Siemens Fabrication Yard.

“Datanya semua ada di Imigrasi, sama bagian Infokim. Karena bukan bidang saya, ke pak Douglas saja,” ujarnya.

Kasi Informasi Keimigrasian, Douglas Simamora ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui data-data TKA yang bekerja di PT Siemens.

“Saya saja tak ikut ke sana (PT Siemens, red), apalagi nama-namanya?,” ujarnya heran.

Sebelumnya Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Agus Widjaja mengatakan telah menurunkan tim ke PT Siemens Fabrication yard untuk memeriksa pekerja asing yang ada, Kamis(21/4/2016).

Dari hasil sidak tersebut, sebanyak 48 TKA diduga tidak mengantongi izin tinggal dan izin kerja.

Sementara itu Kepala Badan Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu(BPM-PTSP) Pemko Batam, Gustian Riau menyatakan, hanya ada 4 Tenaga Kerja Asing(TKA) di PT Siemens Fabrication Yard yang terdaftar di instansi yang dipimpinnya.

“Untuk saat ini hanya 4 orang saja yang ada, sisanya belum ada. Kita masih menyelidiki perizinan yang lain, apakah dia mengunakan permit holiday atau yang lainya,”ujar Gustian, Rabu(27/4/2016).

(red/dro)
Share this post :

Facebook Comments