Home » » Diduga PT RIS Gunakan Jasa Preman Gusur Rumah Liar di Pasir Putih Batu Aji

Diduga PT RIS Gunakan Jasa Preman Gusur Rumah Liar di Pasir Putih Batu Aji

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 09 April 2016

Batam,Buruhtoday.com - Penggusuran Rumah Liar (Ruli) yang dilakukan pihak pengembang PT Raja Indosin Simandolak(RIS) di Lorong Damai Pasir Putih RT 02/RW 16 Kelurahan Kibing,Kecamatan Batu Aji,Batam layak dipertanyakan.

Berdasarkan pengakuan warga  kepada AMOK GROUP, PT Raja Indosin Simandolak (RIS) bertindak arogansi dengan menggunakan jasa preman dan oknum anggota TNI AD saat melakukan penggusuran di Lorong Damai, Pasir Putih tepatnya disamping Gereja HKPB Mahanaim Batu Aji.

"Biasanya penggusuran ruli itu kan, didampingi Pemerintah. Tapi kenapa PT RIS menyewa preman dan TNI AD. Mereka sengaja untuk menakut-nakuti warga untuk meninggalkan lokasi," ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Sabtu (9/4/2016) di area lahan penimbunan.

Menurutnya, seharusnya Oknum TNI melayani rakyat bukan mengintimidasi warga pada saat melakukan penggusuran lahan.

"TNI itu aparat Negara yang melindungi rakyat. Jangan karena kepentingan seseorang ratusan, kami warga harus menderita,"katanya.

Sementara itu, Ketua RT 02 Ahmad mengatakan sebanyak 7 dari 34 rumah telah dirubuhkan pihak pengembang setelah warga mendapat intimidasi dari oknum anggota TNI.

“Tujuh rumah yang digusur, karena sudah diancam akan dirubuhkan. Karena takut, 7 warga terpaksa menerima uang ganti rugi sebesar Rp 5 juta,” jelasnya.

“Ini juga tanpa sepengetahuan saya sebagai RT dan RW disini saat ada penggusuran dan transaksi dengan dengan warga. Jadi saat negosiasi dengan warga, kita itu tidak dianggap sama mereka mas,” bebernya.

Carles Nainggolan, tokoh masyarakat setempat menyesalkan tindakan yang dilakukan PT RIS yang bertindak arogan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Sangat disayangkan ada tindakan seperti itu, inikan belum ada dealnya dan masih sebagian saja. Tetapi dilakukan penimbunan. Lihatlah dampaknya ini mas, baru hujan 1 jam, puluhan Rumah dalam satu RT sudah tergenang. Genangan air juga harus disedot dengan mesin karena saluran pembuangan air sudah ada lagi,” ucapnya.

Dia mengatatan pihak PT RIS sama sekali belum pernah datang kelokasi, padahal warga sudah mengirimkan undangan tapi tidak pernah digubris.

“PT RIS sendiri tidak pernah datang mas, dan tak tahu yang mana tanahnya. BP Batam sendiri belum pernah datang kesini untuk mengukur lahan ini. Seharusnya kalau mereka benar pemilik tanah ya datang saja baik-baik, ini malah sewa preman dan oknum TNI! Saya jadi Curiga !!” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap permasalahan yang ada diselesaikan dulu sebelum dilalanjutkan penimbunan. Gorong-gorong yang ada juga bisa segera dibuka.

“Harapan kita selesaikan dulu ke masyarakat 3 RT ini, dan paritnya harus dibuka karena sudah banjir 100 rumah lebih karena hujan,” harapnya.

Pantauan dilapangan, puluhan rumah warga tampak tergenang air hingga kedalam rumah pasca hujan hari ini(Sabtu,red). Genangan air harus disedot dengan mesin pompa karena tidak adanya saluran pembuangan akibat penimbunan.

Beberapa rumah warga yang belum digusur, terlihat temboknya mengalami retak.

Saat berita ini diunggah PT RIS belum berhasil dikonfirmasi terkait penimbunan dan penggusuran yang diduga melibatkan preman dan oknum TNI AD.

(red/Jef/cr 4)
Share this post :

Facebook Comments