Home » » Astaga, Proyek Pemotongan Bukit di Tanjung Buntung Diduga Ilegal

Astaga, Proyek Pemotongan Bukit di Tanjung Buntung Diduga Ilegal

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Selasa, 26 April 2016

Tidak Kantongi AMDAL, Proyek Ini Terus Berjalan, Ada Apa Ya !!!! 

Batam,Buruhtoday.com - Proyek pemotongan bukit di belakang Puskemesmas Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong untuk penimbunan reklamasi pantai Golden Prown diduga Ilegal. Pasalnya, Lurah Tanjung Buntung, Faisal Novrieko mengatakan aktifitas tersebut tidak memiliki izin Amdal, Senin(25/4/2016) pagi.

“Pemotongan bukit tidak memiliki Amdal, kalau mereka punya Amdal Kelurahan pasti tahu. Sampai sekarang mereka pun tidak ada koordinasi ke ke kita,” ujar Faisal.

Ia juga menyebutkan, selama 21 bulan  dirinya  menjabat sebagai Lurah Tanjung Buntung, la mengaku tidak pernah menerima permohonan dari perusahaan untuk mengurus Amdal melakukan pemotongan bukit.

“Mereka tidak pernah konfirmasi ke ke Kelurahan padahal sudah bertahun-tahun mereka melakukan pengerukan tanah,” jelasnya.

Meski demikian, Faisal belum bisa memastikan siapa pemilik lahan yang digunakan sebagai lokasi pemotongan bukit.

“Pemilik lahan pengerukan itu personal(perseorangan) mas, ada yang bilang punya SB, AY, AR dan NR. Tapi mereka tidak pernah menunjukkan legalitasnya atau sertifikat lahan ke kita. Mereka inilah yang sekarang bermasalah,”bebernya.

Faisal menjelaskan saat ini para pihak yang mengaku mengaku pemilik lahan tersebut sedang melakukan banding di Pengadilan Tinggi.

“Di Pengadilan Tinggi yang bermasalah itu adalah NR melawan SB, AR, AY dan AC. Orang-orang inilah yang menggarap lahan ini, itupun tidak ada yang konfirmasi ke pihak Kelurahan. Bahkan sampai saat inipun saya tidak tahu siapa yng mengerjakannya,” terangnya.

Ketika disinggung soal ganti rugi kepada warga, Faisal menegaskan sekali tidak ada ganti rugi dari pihak-pihak yang melakukan pengerukan tanah.

“Kontribusi kewarga sama sekali tidak ada mas, padahal perhari nya itu, lori yang lalu lalang sampai 150 trip,” ucapnya.

Dikatakannya bahwa dampak dari pengerukan tanah dan lori yang lalu lalang setiap harinya bukan cuma pada masyarakat, namun pada puskesmas, Kantor Kelurahan dan Sekolah-sekolah yang ada.

“Yang paling parah itu Puskesmas dan anak-anak sekolah yang kasihan menghirup debu. Jalan juga sekarang sudah rusak parah,” ujjarnya.

Faisal berharap para pihak terkait memberikan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga dan segera memperbaiki jalan yang rusak.

“Perbaikan jalan apanya mas? Kalau memang di janjikan kenapa sampai sekarang tidak ada diperbaiki,” ujarnya kesal.

(red/jef)
Share this post :

Facebook Comments