Home » » Isu Dugaan Calo JHT, Kakanwil BPJS Naker Sumbar-Riau Langsung Terjun Ke Batam

Isu Dugaan Calo JHT, Kakanwil BPJS Naker Sumbar-Riau Langsung Terjun Ke Batam

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Kamis, 11 Februari 2016

Kakanwil BPJS Sumbar-Riau dan jajarannya berfoto bersama dengan pengurus AMOK Group.

Batam,Buruhtoday.com - Dugaan adanya calo Jaminan Hari Tua(JHT) di kota Batam langsung mendapat respon cepat dari Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau, Afdiwar Anwar, tiga calo JHT kembali ditangkap.

“Saya sengaja menyempatkan waktu untuk rekan-rekan AMOK Group. Sesungguhnya saya tidak bisa hadir, tapi dalam hati saya ini kesempatan bertemu dengan rekan-rekan. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas pemberitaannya. Karena dengan ini kami jadi tahu bahwa ada riak-riak di luar seperti itu,” kata Afdiwar kepada AMOK Group di Nagoya, Rabu (10/2/2016) malam.

“Berkat berita di AMOK Group, hari ini kami sudah menangkap lagi tiga calo, dan itu tidak ada keterlibatan orang-orang kami dan intinya saya sangat menghargai apa yang rekan-rekan tulis di media online,” tegasnya.

Perlu kami sampaikan bahwa secara nasional peserta BPJS  yang meninggal dalam sehari ada 9 orang, cacat 25 orang. Bisa dibayangkan ketika ahli warisnya datang tapi BPJS Ketenagakerjaan tidak memberikan pelayanan yang baik.

“Tentu betapa berdosanya kami karena kami belum tentu bisa bertemu lagi dengan orang itu, berbeda dengan nasabah bank yang masih bisa bertemu dia lagi. Bagi kami pelayanan itu adalah garda terdepan, nah ini perlu kami jaga betul. Maka saya sangat terkejut ketika ada pemberitaan seperti itu,” imbuhnya.

BPJS mempunyai tanggungjawab moral, pasalnya persoalan dengan pelayanan tidak ada basa-basi, apalagi saat ini jutaan orang kehilangan pekerjaan, seratus ribu lebih dalam satu tahun orang mengalami kecelakaan, jika BPJS tidak ada di situ tentu akan banyak terjadi .kasus kecelakaan seperti yang terjadi lima tahun lalu di Sawah Lunto.

“Bapak bisa bayangkan kalau dia mempunyai 3 anak dan 1 orang istri itu yang lagi tren di luar, berapa potensi kemiskinan yang terjadi. Program BPJS ketenagakerjaan ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan, ketika pendapatan orang terputus maka kita hadir di situ, oleh karena itu saya berharap kritikan yang ada menjadi introspeksi kepada kami,” katanya.

Menurutnya esensi pelayanan BPJS Ketenagakerjaan tersebut meliputi tiga unsur penggerak. Pertama adalah kepesertaan, kedua pelayanan dan ketiga investasi.

“Pelayanan kalau bagus dia akan link kepada kepesertaan, tentunya kalau servicenya bagus banyak orang bercerita  kepada orang lain. Anda kalau tidak menjadi peserta rugi. Hari ini juga saya menurunkan 4 orang untuk membantu pelayanan di Batam dan kalau masih kurang juga kita turunkan lagi dan saya yakin dengan adanya 4 orang ini masalah yang ada akan segera teratasi,” tegasnya.

Ke depannya visi besar BPJS Ketenagakerjaan adalah menuju perusahaan berkelas dunia, terpercaya, bersahabat unggul dalam operasional dan pelayanan, tumpuannya adalah pelayanan atau service.

“Kecepatan kami mendelivery,  kedua adalah pelayanan yang friendly dan ketiga adalah mudah diakses dan terakhir akurasinya, akurasi data ini sangat penting. Bagi kami sangat konsen memelihara itu, kika itu tidak terpenuhi maka kinerja BPJS Ketenagakerjaan adalah nol,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa bekerja di BPJS Ketenagakerjaan merupakan amanah yang sangat bermanfaat, karena  melindungi orang susah.  “Saya sering membayarkan biaya untuk melahirkan, ketika dia mengambil JHT-nya 5 tahun 1 bulan dia harus menunggu 2 bulan lagi. Membantu orang lain itu luar biasa, karena kita bisa sempurna melayani orang,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan memproyeksikan pada tahun 2017 menjadi perusahaan world class. Sehingga pelayanan harus dikemas dengan baik agar index pelayanan tercapai. Secara nasional saat ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai 30 – 40 %. Khusus untuk Provinsi Kepri terutama Batam pesertanya sudah 40% dari market share.

“Tapi intinya kemauan perusahaan terhadap kepesertaan luar biasa di Kepri, kami menghargai terhadap kepatuhan itu. Sedangkan bagi yang belum ikut menjadi peserta, akan kita lakukan langkah persuasif dengan menjalin kerjasama dengan Pemda yang ada. Saya yakin dengan edukasi dan sosialiasi akan mendidik pengusaha untuk menjadikan program ini sebagai kebutuhan,” pungkasnya. (amok group)
Share this post :

Facebook Comments