1000 Buruh di Yogyakarta Rayakan Hari Sumpah Pemuda Dengan Tolak Upah Murah - BURUH TODAY

Breaking

BURUH TODAY

www.buruhtoday.com


Post Top Ad

Rabu, 28 Oktober 2015

1000 Buruh di Yogyakarta Rayakan Hari Sumpah Pemuda Dengan Tolak Upah Murah

Yogyakarta,Buruhtoday.com - Tepat hari ini Rabu, 28 Oktober Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda yang sarat akan sejarah, berbagai aktifitas perayaan pun dilakukan di Indonesia untuk mengenang hari bersejarah tersebut. Namun berbeda dengan aksi yang  akan dilakukan ribuan buruh di Yogyakarta, mereka merayakan hari sumpah pemuda dengan menggelar aksi turun ke jalan menolak kebijakan upah murah. 
  

Aktivis aliansi Buruh Yogyakarta, Kirnadi mengatakan bahwa aksi turun ke jalan tersebut akan dimulai dari Tumpu Abu Bakar Ali ke Malioboro dan berpusat di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di Kapatihan.

"Aksi Turun ke dijalan ini sebagai aksi lanjutan dari situs resmi yang kami kirimkan kepada Gubernur kemarin. Aksi ini dilakukan dengan tujuan untuk menolah upah Murah bagi Buruh." kata Kurniadi


Menurut Kurniadi, Massa buruh berasal dari berbagai sektor Industri di Yogyakarta melakukan aksi turun ke jalan pada Sumpah Pemuda ini sebagai sikap menolak dengan kebijakan pemberian Upah Murah baik yang dihitung Dewan Pengupahan melalui survey kebutuhan Hidup Layak (KHL) juga penerapan Formula perhitungan upah baru oleh pemerintah Pusat.


"Hasil perhitungan tersebut walau dihitung atau di survey kan tetap menunjukan upah yang murah untuk Buruh."jelasnya.


Semantara itu, Ketua Sekertariat Pekerja Seluruh Indonesia kota Yogyakarta, Santoso mengatakan bahwa dirinya belum memutuskan apakah organisasinya akan bergabung dalan aksi tolak upah murah dengan turun ke jalan tersebut.

 
Santoso mengaku,  meskipun pihaknya kecewa dengan hasil survei KHL kota yang hanya mematok di angka 1,4 juta,  itu terlebih jauh dari upah mimimun dari harapan yang dia dan pihaknya prkirakan. Upah minimum Kota Yogyakarta saat ini hanya Rp 1,3 juta, dari upah ini merupakan upah tertinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY.

 
"Survei KHL belum disampaikan pada Gubernur, Pihaknya masih berusaha menego ulang dengan Dewan Pengupahan Kota(DPK) terutama kepada Pemerintah Kota." tegas Santoso.



(Sumber Smekaer.com)