Home » » Buruh PT Jaba Garmindo Ancam Akan Terus Demo UOB Tuntut Gaji & THR

Buruh PT Jaba Garmindo Ancam Akan Terus Demo UOB Tuntut Gaji & THR

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 06 Juli 2015

Jakarta,Buruhtoday.com - Ratusan buruh PT Jaba Garmindo yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia(FSPMI) kembali berunjukrasa dengan mendatangi perusahaan menuntut pembanyaran gaji dan kejelasan status kerja setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat pada April lalu.
 
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Azis, mengatakan para buruh menuntut pemberian hasil pelelangan dari pihak UOB selaku penguasa aset untuk kebutuhan pekerja sebesar 50 persen. Khususnya, diperuntukkan bagi pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Sejauh ini hasil dari pelelangan di tiga tempat tersebut ada sekitar Rp 170 Miliar, dan seperti yang telah disepatai sebelumnya  hasil itu akan diberikan kepada buruh sebesar 50 persen untuk pembayaran upah selama empat bulan gaji dan THR," ujar Riden di Gedung UOB, Jakarta, Senin (6/7/2015).
 
Riden juga mengatakan, pihaknya telah dua kali melakukan pertemuan dengan pihak UOB. Namun, hingga detik ini belum mendapatkan respons dari pihak UOB.

"Yang ditugaskan melakukan pelelangan itu, mereka tidak ingin berbagi. Sampai detik ini,saya menunggu respons baik dari mereka," jelasnya.

Demi mendapatkan respons dari UOB, maka para buruh dan para mantan pekerja akan terus menduduki kantor UOB sampai mendapatkan respons, dan tuntutannya terpenuhi. 

"Kami akan terus lakukan aksi ini, sampai mereka dapat bertemu dengan pihak kami. Para pekerja siap untuk melakukan aksi hingga terpenuhi," tandasnya.

Sekedar informasi, seluruh aset perusahaan PT Jaba Garmindo berpindah tangan ke pihak kreditor perusahaan. Yakni, PT CIMB Bank Niaga dan PT Bank UOB Indonesia. Unjuk rasa berjalan kondusif, dari pukul 08.00 WIB. Terlihat, tenda-tenda didirikan di pelataran kantor sebagai tempat para pekerja menginap.

 

(Sumber Okezone.com).
Share this post :

Facebook Comments