Home » » Kinerja BPM PTSP Batam di Pertanyakan Terkait Buka Tutupnya Gelper

Kinerja BPM PTSP Batam di Pertanyakan Terkait Buka Tutupnya Gelper

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Sabtu, 06 Juni 2015

Batam,Buruhtoday.com - Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(BPM-PTSP) Batam diduga tidak serius melakukan tugasnya, Hal tersebut terlihat dari penutupan sementara puluhan titik lokasi Gelanggang Permainan(Gelper) yang telah diberikan izin sekitar 2 minggu lalu ternyata tidak semuanya tutup.

Belum diketahui pasti alasan BPM melakukan penutupan sementara lokasi gelper tersebut, dan informasi yang diperoleh dilapangan, penutupan sementara lokasi gelper tersebut diduga hanya kedok dari pihak BPM-PTSP Batam untuk mendapatkan upeti dari para pengusaha gelper yang ada. 

Bukan rahasia umum lagi, bisnis gelper di Batam selama ini merupakan ladang untuk memperoleh upeti bagi pihak-pihak tertentu.

Saat ini ada 7 lokasi gelper yang sempat ditutup sementara sudah kembali beroperasi setelah pihak BPM-PTSP Batam disebut melakukan verifikasi terhadap mesin yang ada dilokasi.

Ironisnya, verifikasi yang dilakukan pihak BPM-PTSP Batam ini tidak dilakukan terhadap seluruh lokasi gelper yang telah memiliki izin, namun hanya beberapa lokasi tertentu saja.

Lokasi tersebut diantaranya, 2 lokasi di Harbour Bay milik pengusaha bernama Aliang, 2 lokasi di A1 Nagoya dan STC Sekupang milik Bambang dan 1 lokasi di depan DC Mall Nagoya milik Akui.dan 3 lokasi ada di Top 100 Tembesi.

Ketua APGEMA Batam, Jonni Pakkun ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penutupan sementara puluhan lokasi gelper oleh BPM-PTSP Batam. Namun ia enggan membeberkan alasan penutupan sementara tersebut.

“Saya no comment, tanyakan saja langsung ke pihak BPM,” ujarnya berdalih kepada tim Amokgroup (swarakepri.com), Jumat(5/6/2015).

Sementara itu, Bambang selaku pemilik lokasi gelper di A1 Nagoya mengatakan penutupan sementara lokasi gelper miliknya telah dicabut setelah pihak BPM melakukan verifikasi terhadap mesin-mesin gelper yang ada.

“Penutupan sementara lokasi kita sudah dicabut BPM. Makanya kita sudah kembali beroperasi,” ujarnya beberapa hari lalu.

Bambang juga membantah ketika disinggung adanya upeti yang diberikan pengusaha kepada pihak BPM untuk memuluskan pencabutan penutupan sementara lokasi gelper.

“Tidak ada itu,” ujarnya singkat.

Kepala BPM-PTSP Batam, Gustian Riau hingga berita ini diunggah belum berhasil dikonfirmasi. (red/Amok)
Share this post :

Facebook Comments