Home » » Kasus Alkes RSUD Embung Fatimah, GNPK Kepri Minta Polri Periksa Yang Diduga Terima Fee

Kasus Alkes RSUD Embung Fatimah, GNPK Kepri Minta Polri Periksa Yang Diduga Terima Fee

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Rabu, 13 Mei 2015

Batam,Buruhtoday.com - Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kepri, Agus Fajri minta Kepolisian Republik Indonesia memeriksa pihak-pihak yang diduga menerima fee pada kasus dugaan korupsi alat kesehatan (Alkes)  RSUD Embung Fatimah Batu Aji.

Agus Fajri mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi alkes RSUD Embung Fatima bukanlah hal baru. proyek bernilai milyaran tersebut terkuak dari pernyataan anggota DPRD Batam Yudi Kurnain beberapa bulan lalu.

“Yudi Kurnain pernah mendengar bahwa ada bukti berupa rekaman yang isinya Fadilla Malarangan menceritakan siapa siapa saja yang mendapat fee dari proyek alkes ini.” ujar Agus, Selasa(12/05/15) di Batam center.

Dia menjelaskan dalam isi rekaman tersebut Walikota dan Wakil Walikota Batam menerima fee masing-masing senilai 1 milyar, Dan juga beberapa anggota komisi IV DPRD Batam periode 2009-2014.

“Dari situ sudah terlihat, proyek alkes ini dari awal memang sudah bermasalah” pungkasnya.

Menurut Dia, jika Mabes Polri serius menangani kasus ini, seharusnya pihak yang disebut menerima fee dalam proyek bernilai puluhan milyaran itu dapat dipanggil untuk dimintai keterangannya.

"Karena ini menyangkut marwah dan nama baik orang orang yang namanya disebut terlibat dalam kasus ini." jelasnya..

Dan Agus juga menambahkan agar Mantan anggota Komisi IV DPRD Batam yang saat ini getol mengkritisi dan mengawal kasus dugaan korupsi proyek alkes ini sebaiknya ikut dipanggil juga untuk dimintai keterangan oleh Mabes Polri. dan tidak menutup kemungkinan Rusmini Simorangkir banyak juga tau terkait persoalan alkes ini.” ucap pria yang juga menjabat sekertaris PKPI Provinsi Kepri ini.

GNPK Kepri berharap kasus ini segera dapat diselesaikan, mengingat suhu politik akan terus memanas menjelang Pilkada Kota dan Pemprov pada bulan Desember 2015 mendatang. (red/amok).
Share this post :

Facebook Comments