Home » » Alamakkk, Kapal Eagle Prestige Masih Sengketa Sudah Dipotong-potong Jadi Sekrap

Alamakkk, Kapal Eagle Prestige Masih Sengketa Sudah Dipotong-potong Jadi Sekrap

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Jumat, 08 Mei 2015

Diduga Oknum TNI Bekapi Pemotongan Kapal 

Batam,Buruhtoday.com - Kasus pencurian kapal MV Eagle Prestige eks Engedi yang telah dilaporkan PT Diamond Marine Indah(DMI) masih ditangani Mabes Polri dan masih tahap penyelidikan. Namun kapal asal negara Panama tersebut posisinya kini di lokasi galangan kapal PT Kodja Bahari Batam  dengan kondisi sudah dipotong-potong menjadi sekrap oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai pemiliknya. Hal itu ditegaskan Kuasa Hukum PT DMI,Nasib Siahaan.Kamis(7/5/2015) di Batam Center.

“Kasus ini masih ditagani Mabes Polri dan  masih dilakukan pengembangan atas laporan pencurian yang telah kita laporkan. dan pihak-pihak terkait juga telah diperiksa penyidik,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran dilapangan, kapal yang diduga hasil curian ini kondisinya sudah tidak utuh dan hanya tersisa 20 persen. Kapal yang berada di lokasi shipyard Kodja Bahari Batam ini sudah dijadikan skerap besi tua dengan dipotong-potong untuk dijual kembali kepada penampung besi tua di Batam.

Ironisnya untuk mengamankan kegiataan pemotongan kapal yang diduga hasil curian ini, pihak-pihak terkait disinyalir menyewa oknum TNI.

Diduga untuk mengelabui masyarakat keberadaan oknum-oknum TNI tersebut sengaja tidak berpakaian dinas tapi hanya menggunakan baju preman untuk mengawal kapal tersebut dilokasi shipyard Kodja Bahari Batam.

Salah satu warga Batam Center yang dimintai tanggapannya mengaku sangat menyayangkan keberadaan oknum TNI dalam pengawalan kapal yang diduga hasil curian tersebut.

“Tentara kok seperti preman bayaran? Untuk apa menjaga kapal yang diduga hasil curian?” ujarnya heran sambil meminta namanya tidak dipublikasikan, malam ini, Jumat(8/5/2015).

Ia juga mengatakan kapal tersebut tidak ada kaitannya dengan keamanan negara. “Untuk apa jadi tameng kapal yang diduga hasil curian? Itu kan sama saja mereka telah diperalat oleh pihak-pihak yang berkepentingan?” geramnya.

Diberitakan sebelumnya Kuasa Hukum PT Diamond Marine Indah(DMI) Nasib Siahaan mengaku bahwa pihaknya telah melaporkan kasus pencurian terhadap kapal MV Eagle Prestige ke Mabes Polri pada tanggal 23 Juni 2014 lalu.

“Itu kapal diambil oleh maling yang mengaku-ngaku sebagai pemilik,” ujarnya sore ini, Rabu(6/5/2015) di Nagoya Batam.

Nasib juga menegaskan penyidik Mabes Polri saat ini masih terus melakukan penyelikan kasus pencurian kapal tersebut dan sudah memeriksa pihak-pihak terkait termasuk pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik kapal asal Panama tersebut.

“Dari SP2HP yang kita terima dari Mabes Polri, penanganan kasus tersebut masih lidik. Pihak-pihak terkait telah diperiksa penyidik,” jelasnya.

Nasib juga mempertanyakan adanya tindakan pihak-pihak tertentu yang melakukan pemotongan terhadap kapal tersebut dilokasi shipyard PT Dok Kodja Bahari.

“Yang pertama Kodja Bahari tidak punya izin untuk melakukan pemotongan kapal, kedua pihak Syahbandar apakah sudah mengeluarkan izin pemotongan kapal? Syahbandar harus bertanggung jawab atas rusaknya kapal itu,” tegasnya. (red/AMOK)
Share this post :

Facebook Comments