Home » » Sani Berikan Kulaiah Umum Umrah

Sani Berikan Kulaiah Umum Umrah

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 15 Maret 2015

Tanjungpinang,Buruhtoday.com - Gubernur Provinsi Kepri Muhammad Sani memberikan kuliah umum di kampus UMRAH dengan tema pembangunan maritim di Provinsi Kepulauan Riau bertempat di ruang auditorium UMRAH, Dompak, Tanjungpinang, Jumat (13/3/2015). 

Pada kesempatan ini Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan bahwasanya kehadirannya ditengah-tengah civitas UMRAH adalah yang ke-3 kalinya. Dan pada kesempatan ini Gubernur menegaskan jika masyarakat Kepri hidup dan kehidupannya selalu bersama-sama dengan laut. Dan hal ini sudah dilakukan sejak abad ke-17, yakni yang dilakukan oleh Raja Haji Fisabilillah yang saat ini telah menjadi Pahlawan Nasional.

"Makanya, saya sampaikan bahwa lautan kita sangat luas dengan potensi yang berlimpah. Oleh karenanya mari kita gali potensi itu secara bersama dengan berbagai daya dan upaya yang ada, agar kesejahteraan yang kita impikan bagi masyarakat Kepri bisa terwujud secara utuh," kata Sani.

Dengan adanya kebijakan Free Trade Zone (FTZ) diakui Sani adalah untuk menggenjot perekonomian di Kepri, terutama di Batam, Bintan dan Karimun. Dan FTZ ini telah membawa perubahan bagi Batam, Bintan dan Karimun dengan semakin meningkatnya nilai investasi yang masuk, terutama dibidang kemaritiman. Tidak hanya itu, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Provinsi Kepri juga dikatakan Sani memiliki strategi unggulan lain yangbmengiringi FTZ, yakni NAL atau Natuna, Anambas dan Lingga. Ketiga wilayah ini adalah strategi Pemerintah dalam hal menjaring konektifitas dengan menambah jalur transportasi baik udarat, darat dan laut serta telekomunikasi.

"Konektivitas adalah strategi penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya kita tambah kapal untuk melayani masyarakat dari Tanjungpinang, Anambas sampai ke Pontianak. Kalau konektivitas kancar, maka otomatis arus uang, arus barang dan arus prang akan lancar. Sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera, itulah endingnya," kata Sani.

Bahkan, untuk konektivitas ini, Gubernur merencanakan agar Kapal penyeberangan sejenis Roro bisa menghubungkan sampai Pontianak nantinya. "Pelan-pelan kita lakukan, dan alhamdulillah sekarang semua pulau terdepan sudah memiliki pelabuhan yang memadai. Dan syukur alhamdulillah, semua rencana kita untuk membangun pelabuhan ini disetujui semuanya oleh Menteri Perhubungan. Dan Menteri Perhubungan meyakinkan jika seluruhnya akan di bangun di tahun ini. Ini adalah kabar baik bagi kita, apalagi Pulau Subi, dari sejak kemerdekaan sampai sekarang belum ada pelabuhan," kata Sani.

Selain masalah konektivitas yang berkaitan dengan perhubungan. Hal lain yang diperhatikan pemerintah adalah tersedianya pelabuhan dengan kapasitas besar untuk melakukan bongkar- muat barang. Dan untuk menjawab ini Pemerintah sudah merencanakan pembangunan Pelabuhan Container di Tanjung Moco. "Masalah konektivitas semuanya kita perhatikan, baik darat, laut dan udara termasuk perangkat pendukungnya. Dan hal ini juga tentu untuk menunjang dunia epariwisataan yang ada. Karena dengan ketersediaan jalur transportasi yang mudah, tentu kunjungan pariwisata juga akan meningkat tentunya," pungkas Sani.

Sementaraa itu, Rektor Umrah Prof. Dr. Syamsir Akhlus dalam sambutannya mengatakan bahwa sebuah negeri kita akan maju jika Pemerintah ya bisa meningkatkan potensi yang ada. Dan tentunya sebagai daerah kepulauan, yang harus di wujudkan adalah pembangunan di bidang maritim, agar nantinya Kepri bisa menjadi negeri maritim dan bisa mensejahterakan masyarakat secara utuh.

"Tidak salah pada hari ini kita mengundang Gubernur untuk memberikan kuliah umum, karena pengalamannya sudah sangat banyak. Dan mari kita hmenyimak semua pemaparannya dengan seksama," kara Syamsir. Pada kesempatan ini, di akhir kuliah umunya Gubernur menyerahkan 4 unit bus untuk operasional Umrah yang selama ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.(sumber humas pemprov kepri)
Share this post :

Facebook Comments