Home » » Bazar STQ Batam Menargetkan Omset Sebesar Rp 200 Juta

Bazar STQ Batam Menargetkan Omset Sebesar Rp 200 Juta

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 16 Maret 2015

Buruhtoday.com - Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kota Batam ke V yang dilaksanakan di Fasum Komplek Perumahan Bida Asri I digelar selama sepekan, 13 hingga 18 Maret. Selain memperlombakan berbagai cabang, dalam arena itu juga terdapat bazar dari 12 kecamatan yang ada di Batam dengan menjajakan beraneka ragam produk, mulai kuliner, handycraft, pakaian dan lainya.

Koordinator Bazar, Fabrialin mengatakan, selain stand dari kecamatan, juga terdapat stand LPTQ Kemenag Batam dan PKK Batam. Dari stand yang ada itu, ditargetkan omset secara keseluruhan mencapai Rp200 juta selama acara.

“Target omset kita, Rp 7 sampai Rp 15 juta perstand selama pelaksanaan berlangsung atau Rp 200 juta,”kata Febrialin, saat pembukaan bazar, Jumat (13/3).

Setiap stand kecamatan memiliki keunggulan produk, baik dari jajanan maupun kerajinan tangan. Seperti terlihat pada kecamatan Sekupang yang memiliki produk unggulan kerupuk ikan, minuman dan makanan rosela serta kerajinan tangan berbahan baku dari daur ulang sampah.

Sementara untuk Kecamatan Belakang Padang, memiliki produk unggulan abon ikan belah, kerajinan sisik ikan dan lain sebagainya. Untuk kecamatan Nongsa sendiri produk unggulannya merupakan kerajinan bunga gonggong.

“Kesemua produk-produk yang ditawarkan dalam bazar itu merupakan, kerajinan pelaku UKM Batam,”ujar Febrialin.

Setiap stand bazar dibuat semenarik mungkin dengan ciri khas momentum STQ. Ada yang berbentuk kubah, tulisan berlafas Al-Quran, hingga corak warna warni.

Walikota Batam Ahmad Dahlan yang berkesempatan meninjau bazar tersebut mengakui para pelaku UKM Batam sangat kreatif dengan menciptakan beragam produk kerajinan maupun kuliner. Namun dibalik itu semua, sisi pemasaran masih belum maksimal sehingga banyak karya masyarakat Batam tidak diketahui khalayak.

“UKM kita kratif-kreatif. Cuma masalahnya pemasaran. Karena itu, UKM harus bisa melakukan pemasaran yang baik kepada masyarakat luas. Pemerintah juga terus membantu hal ini,”katanya.

Ia juga menginstruksikan langsung Kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Batam, Yusfa Hendri untuk membantu memasarkan produk UKM kepada wisatawan melalui travel yang ada.

“Yusfa harus mampu membawa ke travel agar sampai ke wisatawan internasional. Namun begitu, pak Yusfa tentu memiliki kreteria juga. Karena tidak semua produk diterima pasar. Kan banyak wisatawan datang mencari oleh-oleh. Apapun itu, seperti gantungan kunci, ada tulisan Batam,”katanya.

(Sumber Media Center Batam )
Share this post :

Facebook Comments