Home » » Camat Sagulung Berang, Pagar Berduri Tetap Terpasang Di Pembatas Jalan

Camat Sagulung Berang, Pagar Berduri Tetap Terpasang Di Pembatas Jalan

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 01 Juni 2014

Batam,Buruhtoday - Pemasangan tiang pagar pembatas di seputaran jalan  hingga simpang masuk ke putri hijau pada ROW jalan dipasangi kawat berduri sehingga membuat geram Camat Sagulung.

Abidun Pasaribu yang berang melihat buruh bangunan yang melakukan pemasangan tiang batas pagar kawat berduri tersebut, sampai turun dari mobil dinasnya dan menegur salah seorang pekerja di pemasangan tiang itu. pasalnya pemasangan tiang pagar pembatas tersebut tidak di ketahui pihaknya.
Abidun meminta kepada buruh bangunan itu agar pengerjaan tiang pancang tersebut untuk tidak dilanjutkan, sampai adanya laporan dari pihak pengelola SP plaza ke kantor kecamatan sagulung. pintanya.

Namun hal peneguran tersebut tidak di indahkan, dan pemasangan tiang pembatas jalan tersebut siang itu (25/5),tetap di kerjakan oleh buruh bangunan itu atas perintah dari pengelola SP Plaza.
Salah seorang buruh bangunan menuturkan pada tim media ini,bahwa pemancangan tiang pembatas tersebut, di katakannya atas perintah sang bos pimpinan proyek ' Aliang '.

 " Kami hanya makan gaji aja pak " jelasnya.

Namun,sang Camat ‘Abidun Pasaribu‘ saat di sambangi di lokasi pada siang itu, langsung pergi begitu sajadari lokasi tanpa memberikan keterangan apa pun terkait penegurannya pada buruh bangunan itu.

Saat awak tim media ini menyambangi kantor SP plaza (28/5) guna meminta keterangan dari pihak pengelola terkait pemancangan tiang pembatas kawat berduri tersebut, "Aliang"  yang di sebut selaku pimpinan proyek saat dijumpai di kantornya, melalui stafnya mengatakan sedang di luar kantor.

Hingga berita ini di unggah Abidun Pasaribu selaku Camat Sagulung belum dapat dimintai keterangan dan sepertinya menutup rapat informasi terkait pemancangan tiang pembatas tersebut. serta pihak pengelola SP plaza juga hingga sampai saat ini belum juga dapat memberikan keterangan.

Sementara warga yang sehari-harinya mencari nafkah seperti tukang ojek diareal lampu merah putri hijau tersebut sangat mempertanyakan kegunaan pagar kawat berduri tersebut,karena sangat berbahaya terhadap pengguna jalan. 

Menurut mereka " tukang ojek " pihak pengelola SP Plaza terkesan semena-mena sehingga mengganggu aktifitas dari pengguna jalan. Dan belum lagi letak pabrik di kawasan perumahan warga tepatnya dibelakang SP plaza tersebut, yang sudah lama beroperasi selama ini perlu juga dipertanyakan kejelasannya.ucap warga tersebut.

Tim.


Share this post :

Facebook Comments