Home » » Pencipta Lagu " Angka Satu" Ternyata Seorang Wartawan

Pencipta Lagu " Angka Satu" Ternyata Seorang Wartawan

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Minggu, 20 Oktober 2013


Batam ,Buruh Today -Nurlaini (43) adalah seorang Jurnalist Media SKMH Habah rakyat asal Aceh yang bertugas Di Batam ,Sabtu 19/ 20, Bercerita ,di samping berprofesi sebagai wartawati,Nurlaini juga  mengaku telah banyak menciptakan lagu -lagu. salah satu lagu ciptaannya yang telah populer lagu dangdut   yang berjudul angka satu,di mana lagu tersebut di nyanyikan oleh Caca Handika.tidak itu saja,ia juga mengaku lagu panas bara yang di nyanyikan oleh  Dayu Ag , akunya juga ciptaannya sendiri.

Untuk lagu yang berjudul angka satu yang dinyanyika Oleh Caca Handika beberapa tahun yang lalu ,ucap Nurlaini telah menjualnya Ciptaannya itu sebesar Rp 300 ribu di tahun 1993 di Jakarta kepada yang bernama Iwan. akunya lagi ,bahwa lagu yang berjudul Angka satu itu menurutnya telah di ubah judul," Dulu judulnya Masak-masak sendiri,tetapi judulnya di ganti oleh mereka,kalau nadanya sama persis dengan ciptaan saya.hampir tidak ada bedanya " katanya.

Begitu juga dengan Lagu Panas bara yang di populer Dayu Ag  juga ciptaanya.Ucapnya lagi ,bahwa sampai saat ini Ia tidak pernah mendapat Royalty dari lagu tersebut.

Wartawan yang Hoby menulis lagu dan puisi katanya sudah sering di bohongi orang," saya sering mengajukan hasil kreasi saya kepada orang yang meminta,tapi alasan pemesan selalu enggak bagus,tetapi lagu ciptaan saya itu sering dirubahnya lalu di populerkan,yah tujuannya supaya kita menuntut,jadi lagu-lagu dan puisi yang saya ciptakan hanya sebagai inspirasi pemesan saja ". ujarnya.

Pada Media ini. Nurlaini bercerita dan sedikit merasa jengkel dengan tindakan seorang oknum Pegawai Dinas pariwisata dan kebudayaan kota Batam,sebab oknum tersebut pernah memesan lagu  mengandung Budaya-budaya  melayu ,Alhasil Nurlaini pun menyanggupi dan menyerahkan hasil ciptaan yang berjudul Anak peratau itu kepada oknum tersebut.tetapi ,jawaban oknum tersebut sangat menyayat hatinya," enggak bagus lagu " ucap  Nurlaini menirukan perkataan  oknum itu pada dirinya.

" Apalah dayaku,aku ibarat tangan puntung," ucap  Nurlaini lagi.

Ia bercerita,"sebelumnya saya  pernah mengajukan proposal kepada pemerintah kota Batam untuk pengembangan bakat untuk menciptakan Puisi dan lagu-lagu bernuasa melayu ,Wawako  Batam ,Rudi SE .MM menerima proposalnya,tapi sampai sekarang belum ada respon dari mereka. sayapun tidak mengetahui apa alasannya ".

Pada  media ini , Nurlaini banyak berkeluh kesah," dari kecil saya suka menulis puisi ciptakan lagu -lagu.tapi sampai sekarang saya belum begitu 100% bisa mengeluarkannya,yah semua terganjal karena biaya yang tidak memadai ,kalau memang tidak ada yang mendukung apa boleh , biarlah talenta itu pupus seiring waktu." ucapnya sedikit sedih.

Setelah di tanya kendala yang paling utama dalam pemgembangan bakat seni ,Nurlaini menjawab,bahwa dirinya tidak sanggup membayar penyanyi untuk membawakan ciptaannya, " Untuk pertama kita harus bayaralah penyanyinya,kecuali kalau kita udah tenar,yah..penyanyinya yang bayar lagu kita", cetusnya lagi.

Di usia Nurlaini yang telah menginjak kepala ini ia tampak masih bersemangat ,dan berharap agar kiranya ada bisa orang -orang berjiwa seni untuk mensuport bakatnya dalam menciptakan puisi dan lagu.

Terkait lagu ciptaanya  Panas bara dan Angka satu yang sudah tenar tersebut,ia tidak memaksa untuk menuntut royaltinya."Biarkan sajalah,Toh urusanya tambah rumit " ucap  mengakhiri.

(Agus Budi Tambunan) 
Share this post :

Facebook Comments