Home » » Akibat Air Sungai Meluap,Ratusan Rumah di Marelan Terendam Banjir

Akibat Air Sungai Meluap,Ratusan Rumah di Marelan Terendam Banjir

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Senin, 07 Oktober 2013

Medan,Buruhtoday - Saluran drainase tak berfungsi, ditambah lagi debit air sungai meluap, ratusan rumah di Komplek Perumahan KPUM, Kel. Terjun, Kec. Medan Marelan, terendam banjir kemarin (6/10).

Informasi yang dihimpun di lokasi, ketinggian air terlihat 30 hingga 60 centimeter. Perabotan rumah tangga, seperti sofa, lemari yang terbuat dari kayu terlihat rusak. “Gimana tak banjir, keluhan warga di sini cuma saluran drainase yang tak berfungsi. Udah bolak-balik kami laporkan ke pihak kecamatan maupun Pemko Medan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujar Adi (44), warga sekitar yang mengalami kebanjiran.

Dikatakan Adi dan puluhan warga lainnya, apabila hujan turun, mereka (warga) langsung cemas dan tidak bisa tidur. “Jangankan untuk tidur, mau buang air saja sekarang sulit, karena seluruh ruangan termasuk WC dipenuhi air. Asal hujan kami selalu cemas,” kata Adi.

Rosmita br Tarigan (38), warga yang bermukim di Kelurahan Terjun menyebutkan, banjir yang merendam ratusan rumah terjadi akibat penimbunan di sekitar aliran anak sungai dan kian banyaknya usaha pertambakan yang membendung (menutup) saluran air di anak sungai.

“Itu belum lagi timbunan sampah di TPA (Tempat Pembungan Akhir) Paluh Nibung, menutup sungai ABRI. Dampaknya, air lari langsung ke komplek ini dan kami yang dirugikan,” ungkapnya.

Meski banjir merendam komplek tersebut, tapi warga belum mau mengungsi dan memilih untuk tetap bertahan. Begitu pun, mereka mengaku khawatir genangan banjir akan semakin tinggi karena cuaca masih terlihat mendung.

“Kami berharap pak Plt Walikota Medan, Dzulmi Eldin mau datang melihat kondisi kami disini, karena sampai saat ini belum ada pihak kelurahan maupun kecamatan meninjau nasib warga,” ungkap Rosma, diamini warga lainnya.

Lurah Terjun, Kecamatan Medan Marelan, H Azwar mengatakan, banjir yang terjadi di Komplek KPUM disebabkan oleh terjadinya sedimentasi (pendangkalan) disekitar aliran anak sungai, yang berada tak jauh dari areal perumahan. “Lahan perumahan itu dulunya memang rawa, jadi sering kebanjiran. Selain itu, aliran sungainya mengalami pendangkalan,” jelas Azwar.


(Sumber Posmetro medan)
Share this post :

Facebook Comments