Home » » Tututan Tidak Terealisasi, Warga Tanjung Uma Ancam Bakar Gedung BP Kawasan.

Tututan Tidak Terealisasi, Warga Tanjung Uma Ancam Bakar Gedung BP Kawasan.

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Selasa, 08 Oktober 2013


Batam,Buruh Today-Senin 7/10 jam 6 sore sampai jam 8 malam ,Ribuan Massa memadati areal Lokasi BP kawasan Batam,massa yang  tergabung Masyarakat Tanjung Uma berdemontarsi menuntut  BP kawasan Batam untuk melakukan pemutihan daerah Tanjung Uma sebagai kampung Tua Plus dengan membrikan Sertifikat Tanah.

Para pendemo berorasi didepan gedung BP kawasan,bakan melakukan aksi bakar-bakaran mengunakan kayu-kayu dan ranting-rantig kering di sekitaran lokasi BP kawasan.

Dalam orasinya,masyarakat meminta ketua BP kawasan datang menemui para pendemo dan memberikan pernyataan status legalitas tempat tinggal mereka.

Tidak Lama menunggu,akhirnya BP kawasan menerima 7 perwakilan dari pengunjuk rasa untuk merembukan permintaan masyarakat dimana telah 10 tahun di harapkan menjadi kampung tua.

Sampai berita di muat,belum di ketahui,apakah ketua Bp kawasan Mustofa Widjaja memberikan tuntutan para pendemo.

Dalam penaganan keamanan ,Pihak polisi dari Polresta balerang menurunkan sediktitnya puluhan pasukan anti huru -hara serta menyebarkan intel-intel dalam kerumunan massa.

Sebelum media ini meninggal lokasi,tampak suasana Demo  masih berjalan aman dan tertip,walau sempat pasukan huru-hara disibukan memadamkan api yang di buat oleh para pendemo.

Sebagian pendemo juga bersikap anarkis,diantara mereka juga ada yang  melakukan pengurusakan terhadap fasilitas BP kawasan, seperti lampu taman,antena TV berlangganan bahkan merusak rambu-rambu lalu-lintas yang berada di sekitaran areal gedung BP kawasan.

Walau berjalan tertib.sebagian pendemo juga tampak membawa senjata kayu berukuran 80 cm dan penutup wajah.

Salah seorang pendemo yang telah berumur dan mengaku telah lama tinggal di Tanjung Uma pada media ini mengatakan,bahwa sebenarnya,tuntutan masyarakat telah berjalan 10 tahun.tapi katanya tidak direspon oleh pihak Bp kawasan selaku pemilik lahan di Batam.

Para pendemo meminta luas areal tanjung Uma sekitar 108 Hektare adalah harga mati  yang terdiri dari 42 RT  itu harus di Putihkan menjadfi kampung Tua.

Ketidak hadirnya satupun  perwakilan dari anggota Dprd yang masi h menjabat saat ini huntuk mendukung orasi mereka,para pendemo mengutuki  para pejabat yang terpilih sebelumnya di Tangjung Uma,bahkan untuk menjelang mendatang mereka berjanji,tidak akan mengizin lagi baliho Caleg terpampang di sekitaran daerah Tanjung Uma.dalam orasinya ,kalau itu terjadi ,masyarakat akan serta merta mencabuti baliho tersebut.tidak perduli itu siapa," Giliran susah begini satupun mereka tidak ada mendukung Kita " ucap orasi.

(Agus Budi Tambunan)
Share this post :

Facebook Comments