Home » » Bocoran Baru Snowden NSA Bayar Intelijen Inggris US$ 150 Juta

Bocoran Baru Snowden NSA Bayar Intelijen Inggris US$ 150 Juta

Di Edit oleh admint dan BERITA BURUH | Jumat, 02 Agustus 2013

Buruhtoday, London – Edward Snowden masih punya bocoran kegiatan mata-mata National Security Agency (NSA) yang baru diberitakan koran The Guardian, Inggris, Kamis (1/8/2013). Ternyata NSA bayar US$ 150 juta untuk badan intelijen Inggris.

NSA membayar US$ 150 juta kepada GCHQ (Government Commucation Head Quarter), badan intelijen pemerintah Inggris, selama tiga tahun agar bisa memengaruhi operasi pengumpulan data organisasi ini. Pembayaran itu diungkapkan oleh The Guardian yang mendapat bocoran baru dari dokumen yang dibajak Snowden.

Dokumen itu menggambarkan bahwa NSA berharap GCHQ bertindak untuk kepentingan NSA. NSA ingin mendapat imbal hasil dari investasinya (return on investment), tulis The Guardian, Kamis.
Pembangunan kantor GCHQ di Bude, Inggris barat daya, yang memakan biaya lebih dari US$ 20 juta, juga dibayar oleh NSA. Fasilitas ini mampu mencegat infromasi dari kabel transatalntik yang memuat informasi Internet dan komunukasi lainnya.

Pengungkapan ini seperti bertentangan dengan bantahan dari para menteri pemerintah Inggris bahwa GCHQ melakukan “pekerjaan kotor” NSA. Sebagai tambahan, bocoran info dari Snowden menyebutkan detail bagaimana operasi mata-mata Inggris itu bisa menjadi sebuah “selling point” di mata AS.

Dokumen tahun 2010 yang dikutip The Guardian mengungkapkan sifat hubungan antara dua organisasi ini, yang menyatakan bahwa AS “terus meningkatkan permintaannya terkait sejumlah masalah untuk memenuhi harapan minimum NSA”. Ini menegaskan bahwa GCHQ “tetap memenuhi semua permintaan NSA”.

Dokumen ini menyatakan maksud dan sejauh mana GCHQ ingin memanen data telefon dan lalu lintas Internet, yang bertujuan untuk “mengeksploitasi setiap pembicaraan telefon, di mana saja, kapan saja”
Harian ini juga mengungkap peningkatan tajam volume data yang bisa diakses Inggris. Lebih dari lima tahun terakhir, kuantitas lalu lintas Internet dan telefon selular meningkat sebesar 7.000 persen. Namun 60 persen dari sari-pati intelijen Inggris masih dipasok oleh NSA.

Dalam hal memasok dokumen, Snowden berulang kali menyatakan kepada harian ini bahwa “Ini bukan sekadar masalah AS” dan GCHQ itu “lebih bejat dari AS.”

Tampaknya, badan mata-mata Inggris ini mengkambing-hitamkan Rusia dan China dengan melebih-lebihkan serangan cyber terhadap Inggris. Sementara GCHQ dan NSA berduet bersama untuk meningkatkan kemampuan perang cyber-nya.

Dokumen-dokumen itu merinci bagaimana NSA menyediakan dana untuk GCHQ sebesar US$ 38,4 miliar pada tahun 2009 dan US$ 60 juta pada tahun 2010, termasuk sebesar US$ 6 juta untuk GCHQ agar mendukung tentara NATO di Afghanistan. Pada tahun 2011/12 NSA membayar lagi US$ 52,8 juta kepada GCHQ. Luar biasa.

Bocoran ini menunjukkan bahwa Inggris sebenarnya takut kepada NSA. “Persepsinya, atas kemitraan dengan AS ini bisa melemahkan GCHQ, yang selanjutnya mengarah pada hilangnya akses, dan/atau berkurangnya investasi NSA di GCHQ.”

Snowden membocorkan informasi kepada publik pada bulan Juni bahwa GCHQ menjadi tukang sadap komunikasi jaringan global, mengumpulkan data telefon, unggahan Facebook dan riwayat di Internet. Ia juga merinci bagaimana GCHQ berbagi data dengan NSA.

Dokumen ini menunjukkan bahwa selain mengelola percakapan telefon sepanjang 600 meter “event” per hari yang disadap ke dalam lebih dari 200 kabel serat-optik dan punya kapasitas menganalisi data lebih dari 46 hanya dalam sekali waktu. Operasi yang berjuluk “Tempora” telah berlangsung selama 18 bulan saat dokumen yang diperoleh Snowden diluncurkan.

Kabel serat-optik punya kapasitas memuat data berkecepatan 10 gigabit per detik, yang secara teoretis berarti bisa menggelontorkan informasi berkecepatan 21 petabytes per hari. Program ini terus dilanjutkan untuk mengembangkan kemampuan berbasis harian.

Snowden akhirnya mendapat berkah. Ia dianugerahi suaka sementara selama satu tahun dari pemerintah Rusia. Ia cabut dari bandar udara Sheremetyo, pergi entah kemana, hanya dengan menggunakan taksi bandara, menurut pengacaranya Anatoly Kucherena, Kamis.(int)
Share this post :

Facebook Comments